BOALEMO._Bupati Boalemo Drs. H. Rum Pagau,
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Gorontalo, Dr. Ir. Sanco Simanullang, S.T., M.T., IPM., ASEAN Eng., bersama Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Boalemo, Dwi Hadi Purnomo, S.H., M.H., memperkuat sinergi lintas lembaga untuk mempercepat perluasan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan di Kabupaten Boalemo.
Demikian keterangan tertulis BPJS Ketenagakerjaan Gorontalo, senin (19/10/2026).
Rangkaian pertemuan berlangsung pada Kamis–Jumat, 15–16 Oktober 2026, di Kabupaten Boalemo.
Fokus pembahasan adalah strategi meningkatkan Universal Coverage Jamsostek (UCJ), terutama karena cakupan perlindungan pekerja di Boalemo masih relatif rendah dan menjadi salah satu tantangan utama di Provinsi Gorontalo.
Pada Kamis (15/10), pertemuan berlangsung dalam suasana informal melalui jamuan makan malam bersama Bupati Boalemo, Drs. H. Rum Pagau, dan Wakil Bupati Boalemo, Lahmudin Hambali, S.Sos., M.Si. Suasana hangat tersebut dimanfaatkan untuk membahas langkah konkret dan kolaboratif dalam memperluas kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja formal maupun informal, khususnya kelompok pekerja rentan.
Dalam pertemuan tersebut, Sanco Simanullang menyampaikan pentingnya dukungan Pemerintah Kabupaten Boalemo melalui penganggaran perlindungan bagi pekerja rentan.
Menurutnya, perluasan perlindungan tidak dapat hanya mengandalkan satu pihak, tetapi membutuhkan komitmen pemerintah daerah, perangkat daerah, dunia usaha, serta berbagai lembaga yang memiliki potensi untuk berkontribusi.
Bupati Boalemo Drs. H. Rum Pagau menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah mengalokasikan rencana anggaran tahun 2027.
Pemerintah daerah juga akan berupaya menindaklanjuti usulan peningkatan sasaran pekerja, dengan tetap mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah dan proses penganggaran.
Dukungan tersebut menjadi modal penting untuk memperluas perlindungan bagi masyarakat pekerja yang memiliki risiko sosial ekonomi, terutama mereka yang bekerja di sektor informal dan belum memiliki jaminan sosial ketenagakerjaan.
Selain pembahasan anggaran, pertemuan juga mengidentifikasi sejumlah strategi untuk meningkatkan cakupan UCJ di Boalemo. Di antaranya mendorong kontribusi perusahaan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR), mengoptimalkan peran organisasi perangkat daerah (OPD) dalam melindungi pekerja di lingkungan dan sektor binaan masing-masing, serta menjajaki kontribusi Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) bagi kelompok pekerja yang membutuhkan perlindungan.
Pendekatan berbasis segmentasi dinilai penting agar setiap instansi dapat mengidentifikasi pekerja yang belum terlindungi, memetakan potensi kepesertaan, dan menyusun langkah tindak lanjut sesuai karakteristik sektor masing-masing.
*Kajari Dukung, Sekda dan Sejumlah Dinas Bergerak*
Komitmen kolaborasi tersebut berlanjut pada Jumat (16/10).
Kajari Boalemo bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Boalemo, Prof. Dr. Ir. Nurdin Baderan, S.P., M.Si., memfasilitasi pertemuan dengan sejumlah perangkat daerah, di antaranya Dinas Pariwisata, Dinas Pertanian, dan Dinas Perdagangan.
Pertemuan tersebut menjadi langkah awal untuk mengidentifikasi potensi tenaga kerja pada masing-masing sektor, mengklarifikasi data pekerja yang belum terlindungi, serta merumuskan strategi perluasan kepesertaan secara lebih terarah.
Dinas Pertanian menjadi salah satu sektor yang berpotensi memberikan kontribusi besar mengingat luasnya ekosistem tenaga kerja di sektor pertanian. Sementara itu, sektor pariwisata dan perdagangan juga memiliki pekerja dengan beragam status hubungan kerja dan tingkat kerentanan yang perlu mendapat perhatian.
Melalui fasilitasi Kajari dan Sekda, koordinasi dengan perangkat daerah diharapkan dapat dilanjutkan secara bertahap. Setiap dinas diharapkan tidak hanya menyampaikan data, tetapi juga mengidentifikasi kebutuhan perlindungan, menetapkan sasaran, dan menyiapkan rencana tindak lanjut sesuai kewenangannya.
Sementara Sekretaris Daerah Kabupaten Boalemo, Prof. Dr. Ir. Nurdin Baderan, S.P., M.Si., menyampaikan dukungan terhadap upaya peningkatan cakupan Universal Coverage Jamsostek (UCJ) di Kabupaten Boalemo. Ia menekankan pentingnya optimalisasi peran seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) agar perluasan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan dapat dilaksanakan secara terkoordinasi dan tepat sasaran.
Ke depan, Sekda akan mendorong dinas-dinas terkait untuk lebih proaktif mengidentifikasi tenaga kerja di sektor masing-masing yang belum terlindungi BPJS Ketenagakerjaan, melakukan klarifikasi dan pemutakhiran data, serta menindaklanjuti potensi kepesertaan sesuai karakteristik dan kemampuan setiap sektor.
Dukungan ini diharapkan menjadi penggerak koordinasi lintas perangkat daerah, sehingga upaya peningkatan UCJ tidak hanya menjadi tanggung jawab BPJS Ketenagakerjaan, tetapi menjadi agenda bersama Pemerintah Kabupaten Boalemo dalam memberikan perlindungan kepada para pekerja.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Gorontalo, Sanco Simanullang, mengapresiasi dukungan Kajari Boalemo dan Pemerintah Kabupaten Boalemo yang membuka ruang koordinasi langsung dengan para pimpinan perangkat daerah.
Menurutnya, kolaborasi lintas lembaga merupakan faktor penting dalam mempercepat terwujudnya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi seluruh pekerja.
Upaya ini akan dilanjutkan melalui pertemuan dengan perangkat daerah lainnya, pemutakhiran data pekerja, penjajakan dukungan CSR, serta penguatan perencanaan anggaran perlindungan pekerja rentan tahun 2027.
Dengan sinergi antara Kejaksaan, Pemerintah Kabupaten Boalemo, BPJS Ketenagakerjaan, perangkat daerah, dunia usaha, dan BAZNAS, perluasan UCJ diharapkan semakin terarah dan berkelanjutan sehingga lebih banyak pekerja di Boalemo memperoleh perlindungan dari risiko kecelakaan kerja dan kematian. (*)