MEDAN|Suaraakademis.com – Universitas Detron Indonesia (UDI) berkolaborasi dengan lembaga internasional asal Perlis, Malaysia, Faizuddin Centre of Educational Excellence (FCoEE) di bawah naungan Majlis Agama Islam dan Adat Istiadat Melayu Perlis (MAIPs), meluncurkan program pemulihan pascabencana yang berfokus pada sektor pendidikan di Aceh. Sinergi antarabangsa periode 2025–2026 ini berhasil mendirikan total 10 unit Tenda Sekolah Darurat komprehensif bagi anak-anak korban banjir bandang.
Langkah taktis ini diambil setelah banjir bandang ekstrem akibat anomali iklim melumpuhkan fasilitas pendidikan di Aceh. Demi menyelamatkan hak belajar anak-anak, kedua lembaga mengalihkan fokus alokasi dana sanitasi air bersih sepenuhnya untuk membangun infrastruktur sekolah darurat yang layak dan aman.
Rektor Universitas Detron Indonesia mengungkapkan bahwa program ini didanai melalui skema co-sharing dengan total anggaran Rp325.000.000,-, yang terdiri dari Dana Hibah Internasional FCoEE-MAIPs sebesar Rp250.000.000,- dan dana pendamping internal UDI sebesar Rp75.000.000,-.
”Kami tidak hanya mendirikan tenda biasa, tetapi merancang infrastruktur kontinjensi berupa lantai panggung fisik pelindung banjir di 3 titik lokasi krusial. Ini adalah komitmen kami dalam mengimplementasikan visi ‘Diktisaintek Berdampak’ untuk mendukung aspek sosial, lingkungan, dan pendidikan masyarakat,” ujarnya.
Lebih dari 1.000 siswa sekolah dasar kini dapat melanjutkan proses belajar-mengajar dengan aman di zona proteksi tersebut. Selain memulihkan sektor pendidikan, program multidisiplin ini juga melibatkan Fakultas Ilmu Kesehatan UDI untuk pelayanan medis primer, serta Fakultas Teknologi dan Bisnis yang menyalurkan bantuan modal usaha bagi 20 UMKM lokal yang terdampak ekonomi.
Abdi A
