SUARA AKADEMIS.COM, SUMATRA SELATAN – PT Hutama Karya (Persero) memperkuat kesiapsiagaan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sekitar Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS), khususnya pada ruas Palembang–Indralaya (Palindra), Indralaya–Prabumulih (Inprabu), dan Terbanggi Besar–Pematang Panggang–Kayu Agung (Terpeka).
Langkah tersebut dilakukan sebagai respons terhadap kebakaran yang terjadi di sejumlah wilayah Sumatra bagian selatan dan berpotensi mengganggu permukiman warga serta keselamatan pengguna jalan tol, terutama ketika asap menyebabkan jarak pandang terbatas.
Hutama Karya menyiapkan armada tangki air, peralatan pemadaman, serta memperkuat koordinasi dengan instansi terkait untuk mendukung penanganan kebakaran di sekitar jalan tol sesuai kewenangannya.
Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani, mengatakan perusahaan memahami kekhawatiran masyarakat terhadap dampak karhutla, baik bagi aktivitas sehari-hari maupun keselamatan perjalanan.
“Kami berharap kebakaran dapat segera tertangani dan kondisi berangsur membaik, sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman dan nyaman. Di tengah situasi ini, kami menyiapkan sarana pendukung pemadaman serta memperkuat koordinasi dengan instansi terkait untuk mendukung penanganan di sekitar jalan tol, sekaligus menjaga keselamatan pengguna jalan,” ujar Hamdani.
Hutama Karya Siapkan Armada Pemadam di Tiga Ruas Tol JTTS
Untuk mendukung kesiapsiagaan menghadapi karhutla, Hutama Karya menyiapkan sarana dan peralatan pemadaman di tiga ruas Jalan Tol Trans Sumatera.
1. Tol Palembang–Indralaya (Palindra)
Pada ruas Tol Palindra, Hutama Karya menyediakan satu unit kendaraan tangki air berkapasitas 5.000 liter yang dilengkapi peralatan pemadaman. Perusahaan juga menyiapkan kendaraan derek dengan tangki air berkapasitas 3.000 liter dan peralatan pemadam.
Selain itu, alat pemukul api atau gepyok disediakan pada setiap kendaraan operasional untuk mendukung penanganan awal apabila ditemukan titik api di sekitar area jalan tol.
2. Tol Indralaya–Prabumulih (Inprabu)
Pada ruas Tol Inprabu, Hutama Karya menyiapkan satu unit truk tangki air berkapasitas 5.000 liter untuk mendukung pemadaman di area ruang milik jalan tol.
Kesiapan tersebut turut didukung tangki air tambahan berkapasitas 1.500 liter guna menunjang upaya penanganan awal kebakaran.
3. Tol Terbanggi Besar–Pematang Panggang–Kayu Agung (Terpeka)
Sementara itu, pada ruas Tol Terpeka, Hutama Karya menyiagakan lima unit truk tangki air dengan kapasitas masing-masing 5.000 liter. Perusahaan juga menyiapkan tangki air tambahan beserta perlengkapan pemadaman.
Kesiapan armada diperkuat melalui peremajaan dua unit pompa alkon pada kendaraan tangki air di Kayu Agung dan Lambu Kibang. Selain itu, empat selang diperbarui untuk mendukung operasional armada tangki air milik perusahaan.
Alat pemukul api atau gepyok juga disiagakan pada kendaraan patroli sebagai perlengkapan pendukung penanganan awal karhutla.
Perkuat Koordinasi dengan BPBD dan Manggala Agni
Dalam mendukung penanganan karhutla secara terpadu, Hutama Karya melakukan koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Manggala Agni, petugas pemadam kebakaran, kepolisian, serta pemerintah daerah setempat.
Koordinasi tersebut meliputi pelaporan apabila ditemukan kebakaran di sekitar jalan tol dan dukungan tindak lanjut penanganan sesuai kewenangan masing-masing instansi.
Khusus di koridor Tol Terpeka, koordinasi dilakukan dengan petugas pemadam kebakaran di Kabupaten Lampung Tengah, Tulang Bawang, Tulang Bawang Barat, Mesuji, dan Ogan Komering Ilir (OKI), serta Manggala Agni OKI.
Sinergi antarlembaga ini diharapkan dapat membantu mempercepat penyampaian informasi dan mendukung penanganan kebakaran di sekitar koridor jalan tol.
Pengguna Jalan Tol Diimbau Waspada terhadap Asap Karhutla
Selain menyiapkan armada dan peralatan pemadaman, Hutama Karya menyampaikan imbauan keselamatan kepada pengguna jalan melalui media sosial dan media luar ruang, seperti Variable Message Sign (VMS), spanduk, serta pengeras suara (public address).
Pengguna jalan diminta meningkatkan kewaspadaan ketika melintasi kawasan yang terdampak asap karhutla. Apabila jarak pandang mulai terbatas, pengendara diimbau untuk:
- Mengurangi kecepatan secara bertahap sesuai kondisi jalan.
- Menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan.
- Menyalakan lampu utama agar kendaraan lebih mudah terlihat.
- Menghindari pengereman mendadak dan manuver menyalip.
- Mematuhi arahan petugas jalan tol.
- Tidak berhenti di lajur lalu lintas.
- Segera melaporkan titik api atau asap yang mengganggu perjalanan kepada petugas jalan tol.
Jika kondisi asap membuat jarak pandang tidak memadai, pengguna jalan diimbau tidak memaksakan perjalanan dan memanfaatkan tempat istirahat terdekat apabila perlu berhenti dengan aman.
Hutama Karya Prioritaskan Keselamatan Pengguna Jalan
Hamdani menegaskan bahwa keselamatan pengguna jalan menjadi perhatian utama perusahaan dalam menghadapi situasi karhutla di sekitar JTTS.
“Keselamatan diri dan keluarga harus menjadi prioritas. Kami mengajak pengguna jalan untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, dan tidak memaksakan perjalanan ketika jarak pandang tidak memadai. Manfaatkan tempat istirahat terdekat apabila perlu berhenti serta ikuti arahan petugas,” tutup Hamdani.
Melalui kesiapan armada, penguatan koordinasi lintas instansi, serta penyampaian informasi keselamatan kepada masyarakat, Hutama Karya berupaya mendukung penanganan karhutla dan menjaga keamanan perjalanan di Jalan Tol Trans Sumatera.
Upaya tersebut juga menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menghadirkan layanan infrastruktur yang aman dan andal, sejalan dengan semangat “Melayani Sepenuh Hati” serta dukungan terhadap pembangunan nasional melalui Asta Cita.
Sumber: PT Hutama Karya (Persero)