Suaraakademis.com Medan, Sumut – Aksi begal muncul secara cukup masif dalam beberapa waktu belakangan, terutama di sekitar kota Medan. Rentetan kejadian ini marak viral di media sosial serta diberitakan oleh media massa dan disebarluaskan kepolisian di bermacam platform.
Upaya peningkatan keamanan terhadap aksi begal melalui kegiatan pemantapan oleh Kelompok Sadar Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Pokdarkamtibmas) Sektor Medan Barat bersama Tim Reaksi Cepat Medan (TRC Medan) merupakan langkah sinergi berbasis masyarakat untuk memperkuat lingkungan. Langkah ini biasanya bertujuan untuk membantu meningkatkan kesiapsiagaan, melatih respons cepat, dan memperkuat koordinasi pencegahan kejahatan jalanan
Untuk mengantisipasi terjadinya aksi begal di wilayah Kota Medan, Pokdarkamtibmas Bhayangkara Resor Medan beserta jajaran di sektor Kecamatan akan meningkatkan keamanan wilayah, salah satunya dengan membentuk tim patroli pencegahan aksi begal di wilayah masing-masing.
Hal tersebut terungkap saat digelarnya rapat yang dipimpin langsung Ketua Pokdarkamtibmas Sektor Medan Barat, Agus Ryadinoto dan juga dihadiri Ketua TRC Medan, Reza beserta anggota serta jajaran pengurus Sektor Medan Barat di Kantor Sekretariat Jalan K.L.Yos Sudarso Lingkungan 1 Pulo Brayan Medan. Senin (5/10/2026) malam.
“Kami mengapresiasi langkah strategis Team Reaksi Cepat Medan yang membentuk tim khusus anti begal dan tawuran sebagai bentuk keseriusan aparat dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,”ujar Ketua Pokdarkamtibmas Sektor Medan Barat.
Pembentukan tim khusus ini menunjukkan bahwa negara hadir dan tidak tinggal diam menghadapi maraknya aksi kriminal jalanan yang selama ini menebar rasa takut di tengah masyarakat.
Fenomena begal hari ini bukan lagi kriminalitas biasa, tetapi sudah menjadi ancaman nyata terhadap keselamatan masyarakat. Kejadian tersebut bahkan viral di media sosial dan memicu keresahan luas di tengah masyarakat.
Sementara itu, Ketua Team Reaksi Cepat Medan (TRC), Reza menilai pembentukan tim khusus anti begal yang sudah 2 tahun berjalan merupakan langkah yang tepat dan sangat dibutuhkan masyarakat saat ini. Kehadiran tim TRC Medan tersebut diharapkan mampu mempersempit ruang gerak pelaku kriminal, meningkatkan patroli di titik rawan, serta memberikan rasa aman bagi masyarakat yang beraktivitas, khususnya pada malam hari.
“Kami dari TRC Medan beranggotakan berjumlah 60 orang dari berbagai kecamatan. Selama 2 tahun kami membantu pihak kepolisian dalam mengatasi begal dan tawuran di kota Medan dengan ikhlas,”tutur Reza.
Reza juga menegaskan bahwa seluruh pelaku kriminal jalanan, termasuk jaringan penadah hasil kejahatan dan kelompok premanisme yang menjadi akar tumbuhnya aksi begal, harus ditindak sampai tuntas. Kota Medan tidak boleh menjadi wilayah yang dikuasai rasa takut akibat aksi kriminal yang terus mengancam keselamatan warga.
Ketua TRC mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung penuh dalam memerangi begal dan menjaga keamanan lingkungan. Keamanan adalah hak dasar rakyat, dan negara wajib hadir memastikan masyarakat dapat hidup aman tanpa rasa takut di kotanya sendiri.
“Kami mendukung penuh dengan adanya Pokdarkamtibmas Bhayangkara Resor Medan dan berharap tidak ada lagi ruang bagi pelaku begal untuk hidup nyaman di Kota Medan. Negara tidak boleh kalah dengan kriminal jalanan,”pungkasnya.
(SRL)