LANGKAT|Suaraakademis.com — Sejumlah persoalan yang disampaikan wali murid terkait kondisi bangunan dan proses belajar mengajar di SD Negeri 050751 mendapat perhatian dari sejumlah pihak.
Menindaklanjuti laporan tersebut serta video mengenai kondisi sekolah yang sebelumnya beredar di media sosial, dilakukan inspeksi mendadak (sidak) secara bersama-sama pada Jumat (2/10/2026), mulai pukul 09.00 hingga 11.00 WIB.
Sidak berlangsung di SD Negeri 050751, Jalan Kalimantan, Kelurahan Brandan Timur, Kecamatan Babalan, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara.
Kegiatan tersebut melibatkan Ketua LBH PAPI Langkat Raya Samosir, Wakil Ketua Komisi II DPRD Langkat dari Fraksi PDI Perjuangan Juriah, Pimpinan Rumah Besar Creator Langkat yang akrab disapa Atok Labu, serta sejumlah orang tua murid.
Kehadiran sejumlah pihak tersebut merupakan bentuk kolaborasi untuk melihat secara langsung kondisi sekolah sekaligus mendengarkan aspirasi dan keluhan yang disampaikan para wali murid.
Pembangunan Gedung Terhenti
Dalam pertemuan di sekolah, sejumlah wali murid menyampaikan bahwa pembangunan gedung sekolah telah berhenti sekitar tiga minggu. Kondisi tersebut, menurut mereka, berdampak terhadap penggunaan ruang kelas dan proses belajar mengajar siswa.
Berdasarkan pamflet informasi pembangunan yang terpasang di lokasi sekolah, nilai pembangunan tercantum sebesar Rp1.105.750.888.
Pamflet tersebut juga mencantumkan bahwa pekerjaan merupakan bagian dari Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Direktorat Sekolah Dasar, Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Terhentinya pembangunan menjadi salah satu persoalan yang ditanyakan dalam sidak. Pihak-pihak yang hadir kemudian meminta penjelasan mengenai kondisi pekerjaan dan kepastian kelanjutannya kepada pihak sekolah dan Dinas Pendidikan Kabupaten Langkat.
Wali Murid Sampaikan Sejumlah Keluhan
Selain persoalan pembangunan gedung, wali murid menyampaikan sejumlah keluhan lain yang berkaitan dengan kebutuhan pendidikan anak-anak mereka.
Keluhan tersebut antara lain mengenai seragam olahraga yang belum tersalurkan secara maksimal serta ketersediaan buku sekolah yang dinilai belum maksimal untuk mendukung kebutuhan belajar siswa.
Wali murid juga menyampaikan keterbatasan tenaga pendidik untuk sejumlah mata pelajaran, di antaranya guru Pendidikan Agama Kristen, guru olahraga, dan guru Bahasa Inggris.
Persoalan lain yang disampaikan adalah mengenai penggunaan ruang belajar. Menurut keterangan wali murid, kegiatan belajar anak-anak saat ini berlangsung sekitar 1,5 jam, karena tidak seluruh ruang kelas dapat digunakan selama proses pembangunan berlangsung.
Wali murid juga mengeluhkan ketersediaan kamar mandi sekolah yang dinilai belum memadai.
Selain fasilitas tersebut, dalam pertemuan turut disampaikan bahwa siswa disebut telah sekitar empat bulan tidak melaksanakan upacara bendera.
Berbagai keluhan tersebut selanjutnya menjadi bahan pembahasan bersama pihak sekolah, orang tua murid, serta Dinas Pendidikan Kabupaten Langkat.
Dinas Pendidikan Sampaikan Target Penyelesaian
Dalam pertemuan tersebut, turut hadir Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan Kabupaten Langkat.
Pihak LBH PAPI Langkat, Wakil Ketua Komisi II DPRD Langkat, Rumah Besar Creator Langkat, dan orang tua murid meminta penjelasan mengenai kepastian kelanjutan pembangunan serta waktu penyelesaiannya.
Menanggapi hal tersebut, Kabid SD Dinas Pendidikan Kabupaten Langkat menyampaikan komitmen untuk bertanggung jawab dan memberikan waktu sekitar satu bulan ke depan untuk melanjutkan pembangunan hingga mencapai sekitar 70 persen.
Adapun sekitar 30 persen pekerjaan lainnya, menurut penjelasan yang disampaikan dalam pertemuan, masih menunggu anggaran dari pemerintah pusat.
Keterangan tersebut menjadi salah satu poin yang akan dipantau oleh pihak-pihak yang hadir dalam sidak.
Akan Kembali Melakukan Pemantauan
Ketua LBH PAPI Langkat Raya Samosir mengatakan bahwa pihaknya akan kembali mendatangi SD Negeri 050751 sekitar satu bulan mendatang untuk melihat perkembangan pembangunan dan tindak lanjut atas persoalan yang disampaikan wali murid.
«“Kami akan datang lagi satu bulan ke depan untuk memastikan apakah benar sesuai dengan apa yang telah disampaikan dan disepakati oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Langkat melalui Kabid SD,” ujar Raya Samosir.»
Ketika dikonfirmasi awak media, Raya mengatakan bahwa persoalan pendidikan merupakan hal yang perlu mendapat perhatian serius dari berbagai pihak.
Menurutnya, keberlangsungan pendidikan merupakan salah satu tonggak penting bagi kemajuan sebuah bangsa. Karena itu, berbagai persoalan yang berdampak terhadap proses pendidikan anak perlu mendapatkan perhatian dan tindak lanjut sesuai kewenangan masing-masing.
«“Keberlangsungan pendidikan adalah tonggak dari kemajuan sebuah bangsa. Dari kolaborasi yang dilakukan bersama-sama, persoalan ini menjadi hal serius yang akan terus kami awasi dan pantau bersama sampai ada tindak lanjut yang jelas,” ujar Raya kepada awak media.»
Raya menegaskan bahwa pengawasan tersebut bukan dimaksudkan untuk mengambil alih kewenangan pihak terkait, melainkan sebagai bentuk perhatian dan penyampaian aspirasi masyarakat, khususnya orang tua murid.
Ia berharap komunikasi antara masyarakat, pihak sekolah, legislatif, lembaga masyarakat, dan pemerintah daerah dapat terus berjalan sehingga persoalan yang disampaikan dapat memperoleh penyelesaian.
Sementara itu, hasil sidak dan berbagai keluhan wali murid akan menjadi bahan pemantauan bersama, khususnya terhadap perkembangan pembangunan gedung, fasilitas sekolah, ketersediaan tenaga pendidik, serta keberlangsungan proses belajar mengajar di SD Negeri 050751 Kabupaten Langkat.
AA