SUBULUSSALAM, SUARAAKADEMIS.COM – Dalam upaya membangun kesadaran iman serta membentuk kepribadian yang lebih baik, Kepolisian Resor (Polres) Subulussalam menggelar kegiatan Bimbingan Rohani dan Mental (Binrohtal) bagi para tahanan di ruang tahanan Polres Subulussalam, Kamis (29/10/2026).
Kegiatan pembinaan spiritual tersebut menghadirkan Ustaz Fahmi Iskandar yang menyampaikan tausiah bertema “Rasa Kasih Sayang Allah kepada Hamba-Nya”. Pelaksanaan kegiatan turut hadir Kapolres Subulussalam AKBP Muhammad Yusup, S.I.K., serta didampingi Kabag SDM Polres Subulussalam, AKP Adriamus, dan Kasat Tahti Polres Subulussalam, IPDA Parulian Silalahi.
Dalam tausiahnya, para tahanan diajak untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, melakukan introspeksi diri, serta menjadikan pengalaman hidup yang sedang dijalani sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki diri.
Pesan tentang kasih sayang Allah SWT juga menjadi pengingat bahwa pintu tobat senantiasa terbuka bagi hamba-Nya yang bersungguh-sungguh menyesali kesalahan dan berupaya memperbaiki perilaku.
Binrohtal Jadi Sarana Pembinaan Moral dan Spiritual
Kegiatan Bimbingan Rohani dan Mental ini merupakan bagian dari upaya pembinaan moral dan spiritual dengan mengedepankan pendekatan humanis. Melalui kegiatan tersebut, para tahanan diharapkan dapat memperoleh ketenangan batin, memperkuat keyakinan, serta menumbuhkan kesadaran untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.
Pembinaan rohani juga diharapkan menjadi momentum bagi para tahanan untuk mengambil hikmah dari pengalaman yang dihadapi, membangun sikap positif, dan menumbuhkan tekad untuk tidak mengulangi kesalahan pada masa mendatang.
Polres Subulussalam berharap kegiatan Binrohtal dapat memberikan manfaat bagi para tahanan, khususnya dalam meningkatkan kesadaran beragama, membentuk karakter yang lebih baik, serta menumbuhkan semangat untuk memperbaiki diri.
Melalui pendekatan pembinaan yang humanis, diharapkan para tahanan dapat memanfaatkan masa pembinaan sebagai kesempatan untuk melakukan perubahan positif, baik secara spiritual maupun dalam kehidupan bermasyarakat nantinya.
(N. Ginting)