**Gorontalo** – Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 pada Rabu (28/10/2026) menjadi momentum untuk memperkuat semangat persatuan dan kepedulian terhadap kesejahteraan masyarakat, termasuk melalui perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.
Upacara peringatan Sumpah Pemuda yang digelar di Lapangan Taruna, Kota Gorontalo, dipimpin oleh Wakil Wali Kota Gorontalo, Indra Gobel. Kegiatan tersebut menjadi pengingat pentingnya peran generasi muda dalam membangun bangsa dan mewujudkan kesejahteraan masyarakat.
Di sela-sela kegiatan, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Gorontalo, Dr. Ir. Sanco Simanullang, menyampaikan bahwa semangat Sumpah Pemuda memiliki hubungan erat dengan upaya memberikan perlindungan jaminan sosial kepada seluruh pekerja Indonesia.
Menurutnya, Sumpah Pemuda bukan sekadar peristiwa sejarah yang diperingati setiap tahun, melainkan semangat persatuan dan gotong royong yang harus diwujudkan melalui tindakan nyata.
“Semangat Sumpah Pemuda mengajarkan kita untuk bersatu, bekerja sama, dan saling peduli. Dalam konteks saat ini, salah satu wujud nyata semangat tersebut adalah memastikan para pekerja mendapatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pekerja merupakan bagian penting dalam pembangunan bangsa. Karena itu, perlindungan terhadap pekerja menjadi tanggung jawab bersama yang membutuhkan dukungan pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan seluruh elemen masyarakat.
BPJS Ketenagakerjaan hadir melalui berbagai program perlindungan, antara lain Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Pensiun (JP), serta Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP), sesuai ketentuan kepesertaan masing-masing program.
“Jangan sampai semangat membangun bangsa hanya berhenti pada seremoni. Kita harus menerjemahkan semangat persatuan menjadi aksi nyata, termasuk melindungi pekerja formal maupun informal, pekerja mandiri, pelaku UMKM, dan pekerja rentan,” tegasnya.
*Perlindungan Pekerja, Wujud Nyata Persatuan*
Sanco menambahkan, perluasan cakupan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan merupakan bagian dari upaya membangun masyarakat yang lebih sejahtera dan memiliki perlindungan ketika menghadapi risiko sosial ekonomi akibat pekerjaan.
Menurutnya, semangat gotong royong yang diwariskan para pemuda pada 1928 relevan dengan upaya memperluas perlindungan jaminan sosial, terutama bagi pekerja yang selama ini belum memiliki akses terhadap perlindungan ketenagakerjaan.
Dia juga mengajak generasi muda Gorontalo untuk mengambil peran dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan.
“Pemuda harus menjadi pelopor perubahan. Mari kita dorong semakin banyak pekerja di Gorontalo mendapatkan perlindungan. Dengan demikian, semangat Sumpah Pemuda tidak hanya kita kenang, tetapi juga kita hadirkan dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.
Ia berharap momentum peringatan Sumpah Pemuda tahun ini semakin memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, perusahaan, komunitas pemuda, dan berbagai pemangku kepentingan dalam memperluas perlindungan pekerja di Provinsi Gorontalo.
“Kalau dahulu para pemuda bersatu untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, sekarang kita melanjutkan semangat itu dengan bekerja bersama membangun bangsa dan memastikan pekerja Indonesia semakin terlindungi,” pungkasnya(*).