YOGYAKARTA, Suaraakademis.com – Lembaga Pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Pimpinan Pusat Muhammadiyah (LP UMKM PP Muhammadiyah) bersama Majelis Ekonomi dan Ketenagakerjaan (MEK) PP ‘Aisyiyah menggelar Business Matching UMKM di Kantor PP ‘Aisyiyah, Jalan KH. Ahmad Dahlan No. 32, Ngampilan, Kota Yogyakarta, Kamis (15/10/2026).
Kegiatan ini mempertemukan 70 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari lima provinsi dengan mitra strategis, yakni Bank Syariah Indonesia (BSI), Suara Muhammadiyah, serta Telkomsel. Melalui pertemuan bisnis secara langsung atau one on one, para peserta berkesempatan menjajaki peluang pembiayaan, memperluas pemasaran produk, dan mengembangkan digitalisasi usaha.
Program ini menjadi bagian dari upaya LP UMKM PP Muhammadiyah dalam memperkuat daya saing UMKM sekaligus membuka akses yang lebih luas terhadap pembiayaan, pasar, dan pendampingan usaha.
70 Pelaku UMKM dari Lima Provinsi Ikuti Business Matching
Peserta kegiatan berasal dari lima provinsi, yaitu Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.
Mereka tersebar di 14 kabupaten/kota, meliputi Sleman, Bantul, Klaten, Kudus, Gunungkidul, Batang, Jakarta Timur, Jakarta Utara, Madiun, Magelang, Majalengka, Purworejo, Sukoharjo, dan Surakarta.
Para pelaku usaha tersebut merupakan UMKM binaan LP UMKM, SUMU, ‘Aisyiyah, serta pelaku UMKM umum yang telah mengikuti tahapan seleksi.
Sebelum mengikuti kegiatan di Yogyakarta, para peserta menjalani proses pitching secara daring pada 12 Oktober 2026. Dari 77 pelaku UMKM yang mengikuti tahapan tersebut, sebanyak 70 peserta lolos kurasi dan berkesempatan melanjutkan ke sesi business matching.
Proses kurasi ini dilakukan untuk mempertemukan pelaku usaha dengan mitra yang sesuai dengan kebutuhan dan potensi pengembangan bisnis masing-masing.
Tiga Skema Kemitraan untuk Mendorong UMKM Naik Kelas
Dalam kegiatan tersebut, terdapat tiga skema kemitraan yang ditawarkan untuk membantu pelaku UMKM mengembangkan usahanya.
1. Akses Pembiayaan melalui Bank Syariah Indonesia
BSI membuka peluang kerja sama pembiayaan melalui fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR). Skema ini diharapkan dapat membantu pelaku UMKM memperoleh akses permodalan untuk mendukung pengembangan dan keberlanjutan usaha.
2. Perluasan Pasar bersama Suara Muhammadiyah
Suara Muhammadiyah menjajaki kerja sama pemasaran ritel guna memperluas akses pasar bagi produk-produk UMKM. Kemitraan ini diharapkan membuka peluang pemasaran yang lebih luas serta meningkatkan potensi transaksi produk para peserta.
3. Konsultasi Usaha dan Digitalisasi bersama LP UMKM dan Telkomsel
LP UMKM bersama Telkomsel memberikan ruang konsultasi terkait pengembangan usaha dan pemanfaatan teknologi digital. Langkah ini diarahkan untuk mendorong pelaku UMKM meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat pemasaran, dan menyesuaikan bisnis dengan perkembangan ekonomi digital.
Melalui ketiga skema tersebut, pelaku UMKM diharapkan tidak hanya memperoleh akses kemitraan, tetapi juga mendapatkan peluang konkret untuk meningkatkan kapasitas dan pertumbuhan usaha.
Lanjutkan Capaian Business Matching di Jakarta
Business matching di Yogyakarta merupakan penyelenggaraan kedua setelah kegiatan serupa dilaksanakan di DKI Jakarta pada 22 September 2026.
Dalam kegiatan sebelumnya, LP UMKM PP Muhammadiyah bersama BSI mempertemukan sekitar 50 pelaku UMKM. Program tersebut menghasilkan fasilitas KUR senilai Rp4,05 miliar bagi pelaku usaha yang terlibat.
Capaian tersebut menjadi salah satu landasan untuk memperluas pelaksanaan program business matching ke wilayah lain, dengan melibatkan mitra yang dapat mendukung kebutuhan pembiayaan dan pengembangan pasar UMKM.
Wakil Ketua LP UMKM PP Muhammadiyah, Dr. Suhaji Lestiadi, ME, berharap keterlibatan BSI dan Suara Muhammadiyah dalam kegiatan di Yogyakarta dapat meningkatkan penyaluran pembiayaan serta transaksi pemasaran produk UMKM.
“Harapan kami, dengan hadirnya BSI dan Suara Muhammadiyah, penyerapan KUR dan transaksi ritel bisa lebih besar dibanding sebelumnya. Business matching ini bukan acara sekali jalan, tetapi bagian dari alur yang utuh: pitching, kurasi, business matching, transaksi atau pembiayaan, pendampingan, hingga pertumbuhan usaha,” ujar Suhaji Lestiadi.
Menurutnya, pendekatan yang berkelanjutan diperlukan agar kegiatan business matching tidak berhenti pada pertemuan bisnis, tetapi berlanjut menjadi kerja sama nyata yang memberikan manfaat bagi pelaku UMKM.
LP UMKM PP Muhammadiyah Siapkan Program Lanjutan
LP UMKM PP Muhammadiyah menegaskan bahwa program business matching akan terus dilanjutkan ke berbagai daerah dengan menggandeng Muhammadiyah di tingkat wilayah dan daerah.
Provinsi Jawa Barat, Bali, dan Jawa Tengah termasuk wilayah yang direncanakan menjadi sasaran pelaksanaan kegiatan berikutnya.
Melalui perluasan program tersebut, semakin banyak pelaku UMKM diharapkan memperoleh kesempatan untuk mengakses pembiayaan, memperluas jaringan pemasaran, memanfaatkan teknologi digital, serta membangun kemitraan bisnis yang berkelanjutan.
Program ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen LP UMKM PP Muhammadiyah dalam mendorong UMKM agar semakin mandiri, berdaya saing, dan berkemajuan.
Tentang LP UMKM PP Muhammadiyah
Lembaga Pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Pimpinan Pusat Muhammadiyah (LP UMKM PP Muhammadiyah) merupakan lembaga di lingkungan Persyarikatan Muhammadiyah yang berperan dalam pembinaan, pendampingan, dan penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah agar mampu meningkatkan kapasitas, daya saing, serta pertumbuhan usaha.
Kontak Media LP UMKM PP Muhammadiyah:
Horo Wahyudi