Oplus_131072
Suaraakademis.com.| Medan, Sumatera Utara – Kekecewaan masyarakat Kota Medan kini meluap dan terpasang secara nyata di ruas-ruas utama kota. Sebuah gerakan peringatan dari DPD Pemuda Demokrasi Indonesia Provinsi Sumatera Utara memasang sepuluh spanduk sekaligus di titik-titik strategis Kota Medan dengan pesan keras: “Kapolrestabes Medan Stop Pencitraan!!! Narkoba Merajalela, Bapak Ke Mana???” Namun hingga hari ini, pihak Kapolrestabes Medan belum memberikan tanggapan apa pun.
Spanduk Menyebar di 10 Lokasi Strategis Warga Mulai Berbicara
Spanduk-spanduk berwarna mencolok itu kini terpasang jelas di Jalan Sisingamangaraja, Jalan Juanda, kawasan Kejaksaan Medan, Lapangan Merdeka, Kantor Wali Kota Medan, Jalan Putri Hijau, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Diponegoro, Jalan Gatot Subroto, hingga Jalan Sutomo. Foto-foto pemasangan spanduk ini dengan cepat viral di media sosial dan menjadi pembicaraan hangat warga Medan.
Di dalam spanduk tersebut tercantum daftar pertanyaan yang menggambarkan kemarahan warga:
Kapolrestabes kok anti kritik?
Laporan masyarakat kok jalan ditempat?
Judi online kenapa tidak digerebek?
Maling motor sehari bisa 3 loh pak?
Bandar teri ditangkap, paus malah lepas?
Geng motor tiap malam konvoi, Bapak tahu gak?
Anggota tidak arogan ya pak, malu sama yang pangkat jendral
Dan di bagian bawah tertulis dengan tegas: “MASYARAKAT KOTA MEDAN MUAK”
Diamnya Pintu Informasi Awak Media Juga Belum Berhasil Mendapat Jawaban
Awak media Sorotberitanasional.id dan Suaraakademis.com telah berupaya menghubungi pihak Kapolrestabes Medan untuk meminta tanggapan resmi terkait pemasangan spanduk dan isu-isu yang disampaikan masyarakat. Namun hingga saat ini, belum ada respons. Pesan terkirim tanpa balasan, telepon disambungkan namun tak diangkat. Keheningan ini justru memperkuat dugaan warga bahwa pertanyaan-pertanyaan penting tersebut diabaikan.
“Masyarakat sudah muak. Ketika keluhan disampaikan, yang diterima justru keheningan. Ini bukan cara lembaga pelayanan publik bekerja,” ujar Paulus Peringatan Gulo, S.H., M.H., Ketua DPD Pemuda Demokrasi Indonesia Sumut.
Seruan ke Atasan: Kapolri dan Kapolda Sumut Diminta Turun Tangan
Melihat situasi yang semakin meluas dan ketiadaan jawaban dari pihak yang bersangkutan, DPD Pemuda Demokrasi Indonesia Sumut secara resmi meminta kepada Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto dan Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Kapolda Sumut) Irjen. Pol. Sonny Irawan, S.I.K., M.H. untuk segera menindaklanjuti keluhan masyarakat Medan. Evaluasi menyeluruh diperlukan agar kepercayaan publik tidak semakin runtuh.
“Pencitraan tidak akan pernah menggantikan kinerja nyata. Rakyat Medan tidak butuh poster, rakyat butuh rasa aman. Selama pertanyaan ini belum dijawab, maka kepercayaan pun belum dipulihkan,” tegas Paulus.
Catatan Redaksi
Berita ini disusun berdasarkan fakta pemasangan spanduk di 10 titik Kota Medan, foto-foto yang diterima redaksi, serta upaya konfirmasi yang belum memperoleh tanggapan resmi. Redaksi Sorotberitanasional.id dan Suaraakademis.com tetap membuka ruang seluas-luasnya bagi pihak Kapolrestabes Medan, Kapolda Sumut, maupun pihak terkait lainnya untuk memberikan klarifikasi, penjelasan, atau tanggapan berimbang terkait isu ini. Silakan sampaikan melalui kontak redaksi kami.
Informasi yang benar, jelas, dan tepat waktu adalah hak publik yang harus dipenuhi.
(Tim Suaraakademis.com 14 Oktober 2026)
#MasyarakatMedanMuak #SpandukMedan #KapolrestabesMedan #NarkobaMerajalela #PemudaDemokrasiIndonesia #KontrolSosial #Medan #SumateraUtara #Transparansi #PenegakanHukum