Suaraakademis.com.|Kabupaten Mamasa — Prosesi pelantikan Pengurus Kerukunan Keluarga Kondo Sapata’ (K3S) Morowali periode 2026–2029 berlangsung penuh keakraban, khidmat, sekaligus diwarnai candaan yang mencairkan suasana. Momen tak terlupakan muncul ketika Ketua Umum K3S Morowali yang akrab disapa “Argentina” dan Bupati Mamasa saling melontarkan kalimat motivasi dengan nuansa seru layaknya pertandingan dua raksasa sepak bola dunia.
Bukan Persaingan, Melainkan Simbol Persaudaraan
Sontak gelak tawa dan tepuk tangan hadirin memecah ruangan saat keduanya saling “menjagokan” dengan penuh akrab. Layaknya rival abadi di lapangan hijau, kali ini nama besar Argentina dan Brasil justru menjadi jembatan canda untuk menyampaikan pesan mendalam: tentang kepemimpinan, pengabdian, dan menjaga persatuan warga Kondo Sapata’ di tanah rantau.
Suasana yang semula serius pun berubah semakin hangat, memperlihatkan betapa eratnya ikatan emosional antar tokoh dan masyarakat yang hadir.
Organisasi sebagai Rumah Bersama dan Jembatan Kampung Halaman
Dalam sambutannya, Ketua Umum K3S Morowali menegaskan tujuan utama berdirinya wadah ini:
“K3S bukan dibangun untuk membesarkan nama satu orang, melainkan untuk memperkokoh rumah bersama bagi seluruh keluarga besar Kondo Sapata’ di mana pun berada.”
Sementara itu, Bupati Mamasa mengajak seluruh pengurus baru untuk senantiasa rendah hati, menjaga kekompakan, dan menjadikan organisasi ini sebagai jembatan yang kokoh antara warga perantau di Morowali dengan kampung halaman.
Awal Perjalanan Baru Penuh Harapan
Pelantikan ini menandai dimulainya babak baru kepengurusan. Seluruh pengurus berkomitmen menjaga semangat luhur Pada Okko’, Pada Ke’de’, Sirande Maya-Maya, semakin mempererat tali persaudaraan, serta senantiasa menghadirkan manfaat nyata bagi seluruh warga Kondo Sapata’ di tanah rantau.
Momen “Argentina dan Brasil” di atas panggung menjadi bukti nyata: perbedaan hanyalah warna yang memperindah kebersamaan, sementara persaudaraan adalah tujuan yang tak tergoyahkan.(Ayu)
