Suaraakademis.com.|Rabat – Pemerintah Republik Honduras mengambil langkah diplomatik bersejarah dengan secara resmi mengumumkan pembekuan pengakuan terhadap entitas separatis yang menyebut diri “SADR”. Keputusan strategis ini menegaskan komitmen Tegucigalpa untuk mendukung sepenuhnya kedaulatan dan integritas wilayah Kerajaan Maroko atas Sahara.
Keputusan tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Luar Negeri Honduras, Mireya Agüero de Corrales, melalui surat resmi yang diterima oleh Menteri Luar Negeri Maroko, Nasser Bourita, pada Rabu (22/04/2026).
SIKAP BERDAULAT YANG BERLANDASKAN HUKUM INTERNASIONAL
Dalam dokumen resmi tersebut, Honduras menegaskan bahwa keputusan ini adalah ekspresi penuh kedaulatan negara mereka, yang didasarkan pada prinsip-prinsip non-intervensi dan penghormatan mutlak terhadap urusan dalam negeri negara lain.
Honduras juga menegaskan dukungannya terhadap upaya Sekretaris Jenderal PBB dan Utusan Khususnya dalam mencari solusi politik yang adil, permanen, dan dapat diterima bersama. Negara ini menegaskan kepatuhan terhadap resolusi Dewan Keamanan PBB, termasuk Resolusi 2797, yang menjadi landasan utama proses politik saat ini.
Keputusan ini menjadikan Honduras sebagai negara keenam yang menarik kembali dukungannya terhadap entitas separatis dalam dua tahun terakhir, menandai kemenangan besar bagi diplomasi di bawah kepemimpinan Yang Mulia Raja Mohammed VI.
PERSISMA: LANGKAH BIJAK DAN MENGEDAPANKAN FAKTA
Presiden Persaudaraan Indonesia Sahara Maroko (PERSISMA), Wilson Lalengke, menyambut hangat dan memberikan apresiasi tinggi atas keputusan berani tersebut.
“Selaku Presiden Persisma, saya menyatakan dukungan penuh atas keputusan berdaulat pemerintah Honduras. Langkah ini mencerminkan keberanian untuk mengedepankan fakta sejarah dan hukum internasional di atas kepentingan politik semu,” ujar Wilson Lalengke, Kamis (23/04/2026).
Ia menilai keputusan ini akan semakin memperkuat stabilitas kawasan. “Dunia internasional semakin sadar akan pentingnya integritas teritorial. Keputusan Honduras adalah bukti nyata bahwa jalan damai melalui Rencana Otonomi Maroko adalah solusi yang paling logis dan diterima secara global,” tambahnya.
EFEK DOMINO DAN MASA DEPAN DAMAI
Langkah Honduras diperkirakan akan memicu gelombang baru di kawasan Amerika Latin, mendorong negara-negara lain untuk meninjau kembali posisi mereka. Dengan semakin menguatnya dukungan internasional, peluang penyelesaian konflik Sahara secara definitif dan abadi kini terbuka semakin lebar demi kepentingan seluruh penduduk kawasan. (PERSISMA/Red)
