Binjai — Suaraakademis.com||Perjalanan panjang penuh dedikasi akhirnya mengantarkan Agung Yulianto pada titik puncak kariernya. Pada 30 April 2026, ia resmi dilantik menjadi Letnan Dua Artileri (Letda Arh) oleh Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD), Maruli Simanjuntak.
Di usia 43 tahun, pria kelahiran Sragen tahun 1982 ini membuktikan bahwa kerja keras dan ketekunan mampu mengubah mimpi menjadi kenyataan.
Kini, selain sebagai prajurit TNI, ia juga dikenal sebagai sosok ayah dari tiga orang anak yang selalu menjadikan keluarga sebagai sumber kekuatan dalam setiap langkahnya.

Karier militernya dimulai sejak lulus SMA pada tahun 2000. Setahun kemudian, ia mengikuti pendidikan Secata pada 2001 sebagai langkah awal menjadi prajurit. Semangat juang yang tak pernah padam membawanya terus berkembang hingga berhasil menempuh pendidikan Secaba pada tahun 2014.
Tak berhenti di situ, tekadnya untuk terus maju membawanya mengikuti pendidikan Secapa pada tahun 2026. Dari sinilah perjalanan panjang itu mencapai puncaknya—Agung Yulianto resmi menyandang pangkat Letda Arh, sebuah pencapaian yang diraih melalui proses bertahun-tahun penuh disiplin dan pengorbanan.
Dalam penugasannya, Letda Arh Agung Yulianto dikenal sebagai prajurit yang dekat dengan masyarakat. Ia pernah mengemban amanah sebagai Babinsa Kodim 0203/Lkt ditempatkan Kelurahan Sumber Karya, Binjai Timur.
Peran tersebut menjadikannya garda terdepan dalam menjaga keamanan wilayah sekaligus membangun kedekatan dengan warga.

Di luar tugas kemiliteran, ia juga aktif berorganisasi sejak muda. Pengalamannya di OSIS hingga Gerakan Pramuka membentuk karakter kepemimpinan yang kuat. Ia bahkan pernah menjadi Purna Dewan Kerja Cabang (DKC) dan hingga kini masih aktif di Dewan Kerja Cabang Gerakan Pramuka Kota Binjai, khususnya di bidang Saka.
Keberhasilan yang diraihnya tidak terlepas dari doa dan dukungan kedua orang tua, serta keluarga tercinta—istri dan ketiga anaknya yang senantiasa menjadi penyemangat dalam setiap perjuangan.
Kisah Letda Arh Agung Yulianto menjadi bukti nyata bahwa kesuksesan tidak datang secara instan. Dengan tekad, disiplin, dan semangat pantang menyerah, setiap langkah kecil dapat mengantarkan pada pencapaian besar. Sosoknya kini menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus berjuang meraih cita-cita, tanpa mengenal batas usia.
