Binjai, Suaraakademis.com – Kegiatan Jambore Cabang X Kota Binjai 2026 tidak hanya menghadirkan perkemahan dan lomba keterampilan, tetapi juga diisi dengan kegiatan edukatif berupa wisata cagar budaya Kota Binjai. Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air serta memperkenalkan sejarah dan keberagaman budaya kepada para peserta.
Sebanyak 50 peserta penggalang putra dan putri mengikuti kegiatan wisata budaya yang dipandu langsung oleh Dinas Pariwisata Kota Binjai melalui program “Raon-Raon Binjai”. Para peserta diajak mengunjungi sejumlah situs bersejarah dan tempat ibadah yang menjadi simbol keragaman di kota tersebut.
Adapun lokasi yang dikunjungi antara lain Gedung Kerapatan Binjai yang merupakan bangunan bersejarah peninggalan masa lampau, kemudian Kuil Shri Mariamman Binjai sebagai pusat ibadah umat Hindu, serta Masjid Raya Binjai yang menjadi ikon religi umat Muslim di kota tersebut.
Selain itu, peserta juga mengunjungi Vihara Setia Buddha Binjai sebagai tempat ibadah umat Buddha, Stasiun Kereta Api Binjai yang memiliki nilai historis dalam perkembangan transportasi, serta Masjid Al-Fatih Binjai sebagai tambahan destinasi religi.
Melalui kegiatan ini, para peserta tidak hanya belajar tentang sejarah bangunan dan tempat ibadah, tetapi juga memahami pentingnya toleransi antarumat beragama serta menjaga warisan budaya yang ada di Kota Binjai.
Pembina kegiatan menyampaikan bahwa wisata cagar budaya ini menjadi bagian penting dalam pendidikan karakter Pramuka, khususnya dalam membentuk generasi muda yang berwawasan kebangsaan, menghargai perbedaan, serta memiliki kepedulian terhadap pelestarian budaya.
Kegiatan berlangsung dengan penuh antusias. Para peserta tampak aktif bertanya dan mencatat informasi yang diberikan oleh pemandu, menjadikan pengalaman ini sebagai pembelajaran langsung di luar ruang kelas.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan generasi muda Pramuka Kota Binjai semakin mengenal identitas daerahnya serta mampu menjadi agen pelestari budaya di masa depan.
