Suaraakademis.com.|Gunungsitoli – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Gunungsitoli yang digadang-gadang sebagai ajang hiburan besar justru menuai kritik pedas dari masyarakat. Meskipun berlangsung meriah, acara ini dinilai gagal memenuhi ekspektasi publik, terutama dari sisi kualitas penyelenggaraan dan hiburan.
Sorotan tajam muncul setelah sebuah video yang diunggah akun TikTok @cekgumath viral di media sosial. Video tersebut menampilkan kekecewaan salah satu tamu undangan yang secara blak-blakan mengungkapkan rasa tidak puasnya.
“Ramai sih ramai… tapi kurang greget. Katanya ada bintang tamu, tapi feel-nya biasa aja. Gak seseru yang dibayangin,” ujar narator dalam video tersebut.
NETIZEN PROTES: NUNGGU SAMPAI MALAM, SUARA KURANG JELAS
Unggahan tersebut langsung menjadi perbincangan hangat dan memancing ratusan komentar dari warganet yang merasa senasib sepenanggungan.
Sejumlah netizen menyoroti durasi penampilan yang dinilai tidak sebanding dengan waktu tunggu yang sangat lama.

“Nungguinnya sampai tengah malam, sampe naik betis awak,” tulis akun @onosiakhi disertai tawa, yang langsung dibalas oleh pengunggah, “Betullll, mana hujan lagi. Jauh kali dari ekspektasi.”
Kritik lain juga ditujukan pada kualitas suara dan sistem sound system yang dinilai kurang maksimal.
“Aslii, kayak ini apaan bjiirr. Segini doang? Mending gua muter musik di rumah. Speakernya cuma terdengar di alun-alun doang, engga menggelegar,” keluh akun @ar aekhula.
Meskipun ada satu dua komentar yang menilai acara sudah cukup bagus, namun tanggapan mayoritas justru menyayangkan kurangnya nilai hiburan yang disajikan.
KRITIK JUGA SARING KE PENGELOLAAN ANGGARAN
Tidak hanya soal kualitas acara, kritik juga mulai mengarah pada transparansi dan efektivitas penggunaan anggaran. Publik menilai perayaan ini terkesan hanya mengedepankan kemeriahan seremonial dan visual semata, tanpa memberikan kepuasan batin bagi penonton.
Masyarakat menuntut adanya perencanaan yang lebih matang ke depannya. Kehadiran bintang tamu seharusnya menjadi daya tarik utama, bukan sekadar pelengkap acara yang mengecewakan.
“Kalau hanya ramai tanpa kualitas, masyarakat pasti kecewa. Ini momentum besar kota, harusnya dipersiapkan lebih serius,” ujar salah satu warga.
PEMKOT DIHARAPKAN LAKUKAN EVALUASI SERIUS
Di sisi lain, sebagian pihak tetap memberikan apresiasi atas upaya pemerintah menghadirkan hiburan. Namun demikian, evaluasi menyeluruh dinilai sangat mendesak untuk dilakukan.
Perayaan HUT kota sejatinya menjadi cerminan kualitas kinerja pemerintahan. Pemerintah Kota Gunungsitoli diharapkan dapat menjadikan polemik ini sebagai bahan perbaikan, agar perayaan di masa mendatang tidak hanya terlihat megah, tetapi juga benar-benar berkualitas, menghibur, dan membangkitkan kebanggaan masyarakat.(Red)
