Binjai, Suaraakademis.com – Dalam rangka meningkatkan literasi digital di kalangan generasi muda, kegiatan Jambore Cabang (Jamcab) ke-X Kota Binjai menghadirkan sesi pemberian materi jurnalistik dengan tema “Bijak Menggunakan Media Sosial agar Terhindar dari Berita Palsu”. Kegiatan ini berlangsung di Aula MUI Kota Binjai dan diikuti dengan antusias oleh para peserta penggalang.
Materi disampaikan oleh dua narasumber, Kak Arifin bersama Kak Raja, yang memberikan pemahaman mendalam mengenai pentingnya menggunakan media sosial secara cerdas dan bertanggung jawab. Dalam pemaparannya, keduanya menjelaskan penggunaan berbagai platform populer seperti Facebook, TikTok, Instagram, dan YouTube sebagai sarana informasi sekaligus media publikasi kegiatan positif.
Kak Arifin menekankan bahwa media sosial memiliki peran besar dalam membentuk opini publik, sehingga setiap pengguna harus mampu memilah informasi sebelum membagikannya.
“Adik-adik harus bijak dalam menggunakan media sosial, jangan mudah percaya dengan informasi yang belum jelas sumbernya. Pastikan kebenarannya agar tidak ikut menyebarkan hoaks,” ujarnya.
Sementara itu, Kak Raja menjelaskan teknik dasar dalam membuat konten yang baik dan benar, khususnya dalam memposting kegiatan kepramukaan di media sosial. Ia juga mengingatkan pentingnya etika digital serta memahami aturan hukum yang berlaku, termasuk Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).
Para peserta penggalang diberikan pemahaman tentang cara menyusun narasi yang informatif, penggunaan bahasa yang sopan, serta pentingnya mencantumkan fakta yang akurat dalam setiap unggahan. Hal ini bertujuan agar konten yang dibagikan tidak hanya menarik, tetapi juga tidak melanggar ketentuan hukum yang berlaku.
Kegiatan ini diharapkan mampu membentuk karakter generasi muda yang cerdas digital, kritis terhadap informasi, serta mampu menjadi agen perubahan dalam menangkal penyebaran berita palsu di tengah masyarakat.
Dengan adanya pembekalan ini, peserta Jambore Cabang X Kota Binjai diharapkan tidak hanya aktif dalam kegiatan kepramukaan, tetapi juga mampu memanfaatkan media sosial sebagai sarana edukasi dan inspirasi yang positif.
