ACEH TAMIANG | Suaraakademis.com – Berbekal niat dan semangat rombongan dari relawan kemanusiaan Yayasan Mawaddah melaksanakan aksi nyata misi kemanusiaan di Aceh Tamiang Indonesia, aksi ini di bukti kan dari seluruh rombongan relawan kemanusiaan berjumlah 23 orang mendarat di Bandara Kualanamu internasional Selasa 10 Maret 2026.

Misi kali kesepuluh ini selama 3 hari 2 malam telah memberi manfaat kira-kira lebih 1000 mangsa banjir bandang dari pada usaha bantuan ini. Yayasan Mawaddah meletakkan tema “Aceh Bangkit” bagi meledak semangat kebangkitan rakyat Aceh.
Kepedulian Yayasan Mawaddah kepada warga Aceh Tamiang tidak terlepas dari usaha tidak kenal lelah dari sosok yang sangat luar biasa dan berpengaruh di Malaysia yaitu Pencetus Ummah Rahmat Ikhsan dan Imam Muda Asyraf, yang merupakan antara perintis misi bantuan banjir bandang Aceh Tamiang dari Malaysia. Mereka tiba seawal minggu pertama ketika mana banjir ini mulai surut bagi menyampaikan bantuan.

“Adapun kegiatan yang di laksanakan selama 3 hari 2 malam dimulai dengan bantuan beras, air putih dan pakaian lebaran, di Desa Durian dan Desa Bundar. Setelah itu, para relawan ke pekan kuala simpang untuk belanja takjil bagi berbagai rezeki sesama peniaga kecil dan masyarakat sekitar. Hari Pertama , mereka iftar ramadhan dengan seluruh para pendidik, santriwan dan santriwati (Berbuka Puasa) di salah satu pondok pesantren Darul Mukhlisin yang terdampak parah akibat Banjir bandang dan hantaman kayu gelondongan, kemudian esok hari di lanjutkan ke desa sekumur, dengan memberikan bantuan berupa beras, air putih, mukena, pakaian dan lain – lain yang layak pakai, Setelah itu di lanjutkan pergi ke kampung lintang dengan memberikan bantuan belanja baju lebaran kepada masyarakat yang terdampak banjir dan langsung ke pusat pasar toko pakaian.
Seluruh rombongan relawan kemanusiaan Yayasan Mawaddah di dampingi langsung oleh salah satu tokoh agama yang duduk (bertempat tinggal) di Medan dan juga sebagai pendiri Yayasan Sosial Hafizah,” Ustadz Muhammad Kurnia Sitorus.

Sebagai Ketua Rombongan relawan kemanusiaan Aceh Tamiang,” Ustadz Ubaid akla menyatakan ini kegiatan kali ke sepuloh semenjak awal bencana, yang difokuskan sepanjang bulan Ramadhan & Syawal ialah menyediakan jamuan bukber iftar seribu orang setiap hari dan membantu peniaga-peniaga kecil dengan membeli barang bantuan dari pada mereka samada sembako, makanan dan peralatan rumah. Ia amat penting bagi merancakkan ekonomi masyarakat tempatan bagi mereka terus bangkit.
“Insa Allah kami akan terus memberikan yang terbaik untuk saudara kami di Aceh Tamiang ini, dan doa kan kami terus di berikan kesehatan dan kelancaran rezeki agar kami tetap selalu peduli dengan saudara kami yang terdampak banjir dan longsor,” ujar salah satu relawan kemanusiaan Yayasan Mawaddah Malaysia.
(Tim)
