*PERINGATAN HARI KEANEKARAGAMAN HAYATI INTERNASIONAL 2026*
*“Bertindak Lokal, Berdampak Global”*
_Korelasi dengan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026_
*Medan –*Setiap tindakan kecil yang kita lakukan untuk alam sesungguhnya memiliki pengaruh besar bagi keberlangsungan hidup. Apa yang kita jaga dan lestarikan hari ini, akan menjadi warisan dan manfaat bagi dunia esok hari.
Menyoroti makna mendalam tema Hari Keanekaragaman Hayati Internasional 2026: *”Acting Locally for Global Impact”* atau *”Bertindak Lokal untuk Dampak Global”*, sejatinya kita meninggalkan legacy untuk negeri.
Tema ini menegaskan bahwa langkah nyata di tingkat lokal memiliki peran krusial dalam menjaga kekayaan alam. Menanam satu pohon di Medan, membersihkan satu aliran sungai, menjaga satu hektar mangrove di Belawan, semua itu adalah bagian dari menjaga keseimbangan ekosistem dunia.
*Indonesia: Benteng Keanekaragaman Hayati Dunia*
Kita patut bersyukur, Indonesia adalah salah satu negara _mega biodiversity_ terbesar di dunia. Hutan tropis Sumatera, lahan gambut, mangrove pesisir, hingga terumbu karang adalah paru-paru dunia yang menopang kehidupan masyarakat dan menjadi benteng alami menghadapi perubahan iklim.
Menjaga keanekaragaman hayati berarti menjaga ketahanan pangan, air bersih, kesehatan, dan budaya kita sendiri. Kehilangan satu spesies atau satu ekosistem berarti melemahkan seluruh sistem kehidupan.
*Korelasi dengan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026*
Peringatan Hari Keanekaragaman Hayati pada 22 Mei beririsan erat dengan Hari Lingkungan Hidup Sedunia pada 5 Juni 2026 yang mengusung tema *”Inspired by Nature. For Climate. For Our Future”* atau *”Terinspirasi Alam. Untuk Iklim. Untuk Masa Depan Kita”*.

Hubungannya sederhana:
*Alam yang beragam dan sehat = iklim yang stabil = masa depan yang aman.*
Ketika kita kehilangan hutan, terumbu karang, dan mangrove, kemampuan alam menyerap karbon menurun. Dampaknya langsung terasa: suhu naik, banjir, kekeringan, dan cuaca ekstrem.
Karena itu, aksi lokal kita di Medan hari ini adalah bagian dari solusi iklim global. *”Inspired by Nature”* artinya kita belajar dari alam tentang keseimbangan, lalu bertindak untuk iklim dan masa depan kita.
*Ajakan Aksi untuk Warga Medan*
1. *Jaga Ruang Hijau*: Dukung dan ikuti program penanaman pohon di masjid, sekolah, dan lingkungan RT/RW.
2. *Kurangi Sampah Plastik*: Plastik yang masuk ke sungai dan laut membunuh biota laut dan merusak rantai makanan.
3. *Edukasi di Majelis*: Jadikan khutbah dan pengajian sebagai ruang dakwah tentang amanah menjaga bumi sebagai khalifah fil ardh.
Peringatan ini bukan seremonial semata. Ini pengingat bahwa kita semua adalah bagian dari alam. Kerusakan alam adalah kerusakan kita. Kelestarian alam adalah kelestarian kita.
_”Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di muka bumi setelah Allah memperbaikinya”_ [QS. Al-A’raf: 56]
Penulis:
• Abdul Aziz
Sekretaris Bidang Infokomdigi MUI Prov. Sumatera Utara.
• Pembina Yayasan Anugerah Hijau Indonesia-Ku ( YAHI)