Ketua Dewan Pembina Kebangkitan Indonesia Baru, Amudi Manurung, menyatakan dukungannya terhadap langkah-langkah pembenahan yang dilakukan jajaran pimpinan PUD Pasar Kota Medan dalam upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta menciptakan tata kelola perusahaan daerah yang lebih profesional, transparan, dan berintegritas.
Menurut Amudi Manurung, setiap proses evaluasi internal yang dilakukan manajemen merupakan bagian dari langkah perbaikan organisasi yang harus dihormati semua pihak. Termasuk dalam hal evaluasi kontrak kerja sama maupun kebijakan pergantian pihak-pihak tertentu yang dianggap perlu demi efektivitas dan optimalisasi kinerja perusahaan daerah.
“Perlu dipahami bahwa memperpanjang ataupun tidak memperpanjang kontrak merupakan hak dan kewenangan pimpinan PUD Pasar, tentunya setelah melalui evaluasi menyeluruh berdasarkan kebutuhan organisasi dan target pembenahan perusahaan,” ujar Amudi Manurung.
Ia menegaskan bahwa proses penyegaran atau refresh dalam tubuh organisasi adalah hal yang wajar dalam dunia manajemen modern, khususnya ketika perusahaan daerah sedang berupaya melakukan transformasi dan pembenahan sistem kerja.
“Kadang-kadang sebuah institusi memang membutuhkan penyegaran dan penataan ulang agar lahir semangat baru, pola kerja baru, dan sistem yang lebih baik. Jangan setiap kebijakan pembenahan langsung dipersepsikan negatif,” lanjutnya.
Amudi juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk melihat persoalan secara objektif dan tidak membangun opini yang dapat mengganggu proses reformasi internal di lingkungan PUD Pasar.
“Kita harus memberi ruang kepada pimpinan untuk bekerja dan melakukan pembenahan. Fokus utama saat ini adalah bagaimana PUD Pasar bisa semakin sehat, pelayanan kepada pedagang semakin baik, kebocoran dapat ditekan, dan PAD Kota Medan meningkat demi kepentingan masyarakat luas,” tegasnya.
Lebih lanjut, Kebangkitan Indonesia Baru menilai bahwa upaya pembenahan perusahaan daerah membutuhkan dukungan semua pihak, bukan justru tekanan opini yang dapat menghambat proses perubahan.
“Kritik boleh, pengawasan juga penting. Tetapi mari sama-sama menjaga suasana yang kondusif agar proses pembenahan berjalan maksimal. Jangan sampai energi habis karena polemik, sementara tujuan besarnya yaitu perbaikan tata kelola dan peningkatan kontribusi terhadap daerah justru terhambat,” tutup Amudi Manurung.