Dubes Paparkan Agenda Strategis dalam Pertemuan dengan Tokoh Pers
Suaraakademis.com| jakarta,Rusia – Pemerintah Federasi Rusia memaparkan secara terbuka agenda strategis International Festival of Youth 2026 (IFY 2026) dalam acara buka puasa bersama (iftar) dengan tokoh pers Indonesia, Rabu (26/2/2026), di Kediaman Resmi Duta Besar Rusia di Kuningan, Jakarta Selatan. Acara ini menjadi bagian dari upaya penguatan diplomasi publik Rusia yang menempatkan insan pers Indonesia sebagai mitra strategis dalam komunikasi global.
Acara dihadiri Duta Besar Federasi Rusia untuk Indonesia, Sergei, serta sejumlah tokoh pers nasional seperti Pembina Media CNEWS dan PPWI Solon Sihombing, dan Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Wilson Lalengke.
Rusia Jadi Tuan Rumah IFY 2026
Dubes Sergei menyampaikan bahwa Rusia akan menjadi tuan rumah IFY 2026 yang akan digelar di Yekaterinburg pada 11–17 September 2026. Penetapan ini merupakan keputusan resmi yang ditandatangani Presiden Federasi Rusia, Vladimir Putin, pada 29 Desember 2025.
Sebagai Instrumen Soft Power Global
Menurutnya, IFY 2026 bukan sekadar acara seremonial, melainkan instrumen strategis soft power Rusia untuk membangun jejaring dan kepemimpinan generasi muda dunia di tengah ketegangan geopolitik global.
Festival ini akan menjadi platform kerja sama lintas sektor meliputi sains, teknologi, pendidikan, kewirausahaan, industri kreatif, media, olahraga, aktivisme sosial, dan kebudayaan. Sebanyak 10.000 peserta muda dari 190 negara akan berpartisipasi dengan komposisi seimbang antara peserta Rusia dan internasional, termasuk 1.000 remaja usia 14–17 tahun. Mengusung slogan “Follow Your Dream. Together with Russia”, festival ini mencerminkan visi Rusia sebagai ruang dialog terbuka bagi dunia multipolar.
Indonesia Sebagai Mitra Penting
Indonesia disebut sebagai mitra penting Rusia, dengan posisi strategis sebagai negara berbonus demografi besar, berpengaruh secara regional, dan berperan sentral di kawasan Global South.
Rusia membuka peluang bagi pemuda Indonesia untuk terlibat sebagai peserta, relawan, maupun mitra program tematik. Pendaftaran peserta internasional akan dibuka hingga 30 April 2026 melalui platform resmi World Youth Festival. Selain itu, akan ada program ekspedisi regional di 30 wilayah Rusia yang akan diikuti sekitar 1.000 pemuda asing terpilih, termasuk dari Indonesia.
Diplomasi Pers Sebagai Ruang Dialog Substantif
Solon Sihombing menyatakan bahwa forum ini merupakan contoh diplomasi pers yang substantif dan transparan. “Ini bukan sekadar buka puasa bersama, melainkan ruang dialog strategis. Informasi disampaikan langsung oleh negara, terbuka, dan bisa diuji secara jurnalistik,” ujarnya.
Sementara itu, Wilson Lalengke menegaskan bahwa keterlibatan pers independen menjadi kunci agar agenda internasional dapat tersampaikan kepada publik secara kritis, berimbang, dan konstruktif.
Catatan: IFY 2026 menegaskan strategi Rusia dalam memperluas pengaruh global melalui diplomasi pemuda, budaya, dan komunikasi lintas bangsa. Bagi Indonesia, partisipasi dalam agenda ini membuka ruang diplomasi generasi muda tingkat global sekaligus memperkuat posisi di percaturan dunia multipolar, dengan catatan sikap kritis dan kemandirian berpikir untuk menjaga kepentingan nasional. (Tim/Red)
