São Tomé dan Príncipe Tegaskan Dukungan Penuh atas Marokkanitas Sahara
Suaraakademis.com.|Rabat – Republik São Tomé dan Príncipe kembali menegaskan komitmen kuatnya dalam mendukung kedaulatan Maroko atas wilayah Sahara serta mengakui Rencana Otonomi sebagai satu-satunya jalan penyelesaian yang kredibel bagi sengketa regional tersebut.
Penegasan posisi ini disampaikan oleh Menteri Negara Urusan Luar Negeri, Kerja Sama, dan Komunitas São Tomé dan Príncipe, Ilza Maria dos Santos Amado Vaz, usai mengadakan pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri, Kerja Sama Afrika, dan Ekspatriat Maroko, Nasser Bourita, di Rabat, Selasa (14/04/2026).
Solusi Kredibel di Bawah Payung Kedaulatan
Dalam keterangan pers, Amado Vaz menegaskan dukungan negaranya terhadap integritas teritorial Kerajaan Maroko. Ia menekankan bahwa Rencana Otonomi yang ditawarkan Maroko merupakan satu-satunya solusi yang realistis, berkelanjutan, dan dapat diterima untuk mengakhiri perselisihan politik yang telah berlangsung lama.
“São Tomé dan Príncipe mendukung penuh kedaulatan Maroko dan memandang Rencana Otonomi sebagai dasar yang serius untuk mencapai kesepakatan politik final,” ujarnya.
Apresiasi atas Resolusi PBB dan Pembangunan
Pejabat tinggi São Tomé dan Príncipe juga menyambut positif adopsi Resolusi 2797 Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa pada 31 Oktober 2025. Resolusi tersebut secara resmi menempatkan usulan otonomi Maroko sebagai landasan utama dalam negosiasi internasional.
Selain aspek politik, Amado Vaz juga memuji kemajuan pesat yang dicapai Maroko di wilayah selatan melalui New Development Model. Kebijakan ini dinilai berhasil mendorong stabilitas, kesejahteraan sosial, dan integrasi ekonomi kawasan.
Posisi São Tomé dan Príncipe ini semakin memperkuat gelombang dukungan internasional yang terus digalang di bawah kepemimpinan Raja Mohammed VI, menjadikan solusi Maroko semakin diterima secara global.
Dukungan dari Persisma
Menanggapi perkembangan diplomatik ini, Presiden Persaudaraan Indonesia Sahara Maroko (Persisma), Wilson Lalengke, menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh.
“Kami mendukung sepenuhnya posisi São Tomé dan Príncipe serta Maroko dalam memperkuat hubungan bilateral dan menegaskan solusi damai atas isu Sahara. Persisma mengucapkan selamat atas pencapaian ini dan berharap keberhasilan ini akan menambah energi bagi rakyat Maroko untuk meraih lebih banyak prestasi di masa depan,” ujar Wilson Lalengke, Rabu (15/04/2026).
Pernyataan ini kembali menegaskan solidaritas masyarakat sipil Indonesia terhadap upaya perdamaian dan penegakan kedaulatan wilayah di bawah hukum internasional.
Dengan dukungan yang terus bertambah dari berbagai negara, Maroko semakin mantap membuktikan bahwa penyelesaian melalui jalur damai, dialog, dan otonomi adalah masa depan bagi wilayah Sahara.
(PERSISMA/Red)
