Gunungsitoli – Suaraakademis.com||Anggota DPD RI asal Sumatera Utara, Muhammad Nuh, melakukan kunjungan kerja ke Kantor Stasiun Geofisika Kelas III Gunungsitoli, Senin (4/5/2026). Kunjungan ini menjadi bagian dari agenda kerja di wilayah Kepulauan Nias yang dikenal sebagai kawasan rawan gempa.
Kedatangan Senator yang bertugas di Komite IV tersebut disambut langsung oleh Kepala Stasiun Geofisika Gunungsitoli, Lewi Ristiono, bersama jajaran.
Dalam dialog yang berlangsung hangat, M. Nuh menggali secara mendalam terkait tugas dan fungsi Stasiun Geofisika, sistem pelaporan saat terjadi gempa bumi, hingga pola koordinasi BMKG dengan pemerintah daerah di wilayah Kepulauan Nias.
Deteksi Gempa Kini Semakin Cepat dan Akurat
M. Nuh juga menyoroti penempatan alat seismograf yang umumnya berada di wilayah perbukitan. Menanggapi hal tersebut, Lewi Ristiono menjelaskan bahwa penempatan alat memang mengikuti standar teknis untuk meminimalisir gangguan getaran.
“Lokasi yang minim gangguan sangat penting agar sinyal gempa dapat terekam jelas oleh seismograf,” jelasnya.
Ia menambahkan, perkembangan teknologi kini memungkinkan proses deteksi gempa berlangsung sangat cepat. Data getaran dari sensor langsung dikirim melalui jaringan VSAT atau internet ke Pusat Gempa Nasional BMKG di Jakarta dengan jeda hanya 3–5 detik.
Setibanya di pusat data, sistem pengolahan gempa otomatis menganalisis informasi dari beberapa stasiun terdekat untuk menentukan waktu kejadian, lokasi episenter, kedalaman, hingga magnitudo gempa secara real time.
Edukasi Kebencanaan Jadi Kunci
Selain teknologi, BMKG juga aktif melakukan edukasi kepada masyarakat melalui program Sekolah Lapang Gempabumi (SLG). Program ini bertujuan meningkatkan literasi kebencanaan serta kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi gempa dan tsunami.
M. Nuh mengapresiasi peran strategis Stasiun Geofisika Gunungsitoli dalam upaya mitigasi bencana, khususnya di wilayah Kepulauan Nias yang berada di jalur cincin api.
“Teknologi sudah semakin canggih dan real time. Namun yang tidak kalah penting adalah memastikan edukasi kebencanaan menjangkau masyarakat hingga ke pulau-pulau terluar,” tegasnya.
Peran Strategis BMKG di Wilayah Rawan Gempa
Dengan kondisi geografis yang rawan bencana, keberadaan BMKG dinilai sangat vital dalam memberikan informasi cepat dan akurat kepada masyarakat serta pemerintah daerah.
Kunjungan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan BMKG dalam meningkatkan sistem mitigasi bencana serta keselamatan masyarakat di Kepulauan Nias.