Langkat | Suaraakademis.com — Langkah tegas ditunjukkan Deputi Badan Pertahanan Nasional, Melalui Staf Ahli Bidang Geopolitik Brigjend. TNI. Mar Rommy Hutagaol, M.Han, saat melakukan kunjungan kerja ke Batalyon Infanteri Marinir 8 Pangkalan Berandan, Sumatera Utara, Rabu (8/4/2026).
Di sela-sela kegiatan, kehadiran tokoh Seni dan Budaya Atok Labu selaku konten Kreator turut menciptakan suasana yang hangat dan khidmat, sehingga rangkaian kunjungan berlangsung interaktif dan komunikatif.
Kunjungan ini tidak sekadar bersifat seremonial. Terdapat pesan strategis yang disampaikan, bahwa pertahanan negara bukan hanya menjadi tanggung jawab Negara, melainkan juga merupakan kewajiban seluruh elemen masyarakat Indonesia.
Dalam forum diskusi bersama tokoh masyarakat Tokoh Adat, Tokoh Agama, Praktisi Kesehatan, Rokoh Pemudan dan Pengusaha dan prajurit, Brigjen Rommy menegaskan bahwa di tengah dinamika dan tekanan geopolitik global, Indonesia membutuhkan masyarakat yang memiliki kesadaran tinggi, kepedulian, serta kesiapsiagaan dalam menjaga keutuhan bangsa.
“Ketahanan negara tidak lahir dari kekuatan senjata semata, tetapi dari kesadaran, persatuan, dan keberanian rakyatnya dalam menjaga bangsa dari berbagai ancaman,” tegasnya.

Ia juga menambahkan:
“Apabila masyarakat lengah, maka potensi ancaman akan semakin terbuka. Namun sebaliknya, jika rakyat bersatu dan siaga, tidak ada kekuatan yang mampu menggoyahkan Negara Kesatuan Republik Indonesia.”
Dalam kegiatan tersebut, penegasan terhadap pentingnya menjaga keutuhan NKRI, memperkuat toleransi antarumat beragama, serta menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila menjadi fokus utama dalam sosialisasi.
Komandan Batalyon Infanteri Marinir 8 berhalangan hadir dan diwakili oleh Wadanyon , Mayor. Mar. Panggah Dani Cristianto menyambut langsung kunjungan tersebut. Dalam kesempatan itu, ia menegaskan komitmen prajurit dalam menjaga stabilitas wilayah serta memperkuat sinergi antara TNI dan masyarakat.
Kegiatan berlangsung dinamis dan penuh interaksi, mencerminkan bahwa kekuatan pertahanan bangsa tidak hanya bertumpu pada aspek militer, tetapi juga pada persatuan dan kesadaran kolektif rakyat.
Kunjungan ini menjadi penegasan bahwa sistem pertahanan Indonesia dibangun secara menyeluruh, melibatkan seluruh komponen bangsa sebagai kekuatan utama dalam menjaga kedaulatan negara.
Abdi A
