Aceh Tamiang | Suaraakademis.com— Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-24 dengan suasana sederhana namun penuh khidmat.
Perayaan tahun ini terasa berbeda: tidak ada kemewahan, yang ada justru semangat kebersamaan pasca bencana banjir yang sempat melumpuhkan berbagai sektor kehidupan masyarakat.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh seluruh jajaran Forkopimda Aceh Tamiang, tokoh masyarakat, serta para undangan penting, termasuk figur masyarakat yang dikenal luas, Atok Labu.
Di tengah situasi pemulihan, Bupati Aceh Tamiang, Armia Fahmi, menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak akan tinggal diam menghadapi dampak bencana. Dengan latar belakang pengalaman panjang di institusi kepolisian—pernah menjabat sebagai Irwasda Polda Sumatera Utara dan Wakapolda Nanggroe Aceh Darussalam—ia membawa pendekatan kepemimpinan yang tegas dan terukur dalam menangani krisis.
“Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang akan bekerja maksimal untuk memastikan daerah ini pulih lebih cepat dan bangkit lebih kuat,” tegasnya di hadapan para tamu undangan.
Mengusung semboyan “ACEH TAMIANG PULIH LEBIH CEPAT – BANGKIT LEBIH KUAT,” momentum HUT ke-24 ini bukan sekadar seremoni, melainkan titik balik untuk mempercepat pemulihan infrastruktur, ekonomi masyarakat, serta kepercayaan publik.
Banjir yang sebelumnya menerjang wilayah Aceh Tamiang telah meninggalkan dampak signifikan—merusak permukiman warga, fasilitas umum, hingga sektor pertanian. Namun di balik itu, semangat gotong royong masyarakat justru semakin menguat, menjadi fondasi penting dalam proses bangkit bersama.
Pemerintah daerah pun kini dituntut bergerak cepat dan tepat. Masyarakat menaruh harapan besar agar janji pemulihan tidak hanya menjadi slogan, tetapi terealisasi dalam bentuk program nyata yang dirasakan langsung.
Perayaan HUT ke-24 ini menjadi pesan kuat: di tengah keterbatasan, Aceh Tamiang memilih untuk tidak menyerah.
Dari bencana menuju kebangkitan, dari keterpurukan menuju harapan baru.
Abdi A
