
suaraakademis.com | Binjai —
Pergantian pucuk pimpinan Polres Binjai di awal tahun 2026 disambut gegap gempita oleh masyarakat. Harapan membuncah, optimisme menguat. Warga Binjai seolah menarik napas lega atas datangnya Kapolres baru, AKBP Mirzal Maulana, S.I.K., S.H., M.M., M.H., sosok yang dikenal garang dan berprestasi di medan perang narkoba.
Namun di balik euforia itu, tersimpan tumpukan pekerjaan rumah (PR) berat yang ditinggalkan Kapolres sebelumnya dan kini menjadi ujian awal bagi AKBP Mirzal: barak narkoba yang masih eksis, praktik judi yang tak tersentuh, dan keresahan publik yang tak kunjung terjawab.
AKBP Mirzal Maulana dijadwalkan segera menjabat sebagai Kapolres Binjai, menggantikan AKBP Bambang Christanto Utomo, S.H., S.I.K., M.Si., yang kini dipromosikan ke jabatan baru sebagai Kabagwatpers Ro SDM Polda Jawa Barat. Pergantian ini dinilai publik sebagai momentum krusial—apakah Polres Binjai benar-benar akan berbenah, atau sekadar berganti nama komandan.
PR Warisan: Narkoba dan Judi Masih Berkibar
Masyarakat Binjai mencatat dengan jelas sederet persoalan lama yang belum terselesaikan. Barak narkoba di Kecamatan Binjai Selatan, hingga kawasan yang tak jauh dari Jalan Makalona, Kecamatan Binjai Timur, disebut-sebut masih menjadi momok laten. Sementara itu, praktik perjudian dilaporkan tetap hidup di wilayah Brahrang, Kampung Tanjung, hingga Pasar 7 Tandem.
Fakta ini menjadi sorotan tajam publik. Pergantian Kapolres dinilai tak boleh hanya seremonial, melainkan harus dibarengi dengan keberanian menuntaskan “dosa-dosa lama” penegakan hukum.
Rekam Jejak Sang Petir
Harapan besar itu bukan tanpa alasan. AKBP Mirzal Maulana bukan nama asing di dunia reserse dan pemberantasan narkoba. Alumni Akpol 2004 ini memiliki rekam jejak prestisius, khususnya di wilayah hukum Jawa Timur.
Sebelum ditarik ke Binjai, ia menjabat sebagai Kasubdit II Ditresnarkoba Polda Jawa Timur hingga 2025. Ia juga pernah menduduki posisi strategis sebagai Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, menangani berbagai kasus kriminal menonjol di kota metropolitan tersebut.
Prestasinya pun tak main-main. Pada Oktober 2024, AKBP Mirzal memborong lima penghargaan sekaligus dari Kapolda Jawa Timur atas keberhasilannya membongkar jaringan narkoba internasional. Ia juga tercatat sebagai Lulusan Terbaik Umum Sespimmen Polri Dikreg ke-60 Tahun 2020.
Dalam setiap penugasannya, Mirzal dikenal piawai merancang strategi operasional yang efektif, khususnya dalam memukul peredaran narkotika lintas negara.
Ujian Nyata di Binjai
Di internal Polri, AKBP Mirzal dikenal sebagai pemimpin disiplin, tegas, dan tak ragu berdiri sendirian melawan arus. Salah satu kutipan yang kerap ia sampaikan menjadi simbol karakternya: “Jangan jadi hujan yang beraninya keroyokan, jadilah petir walaupun sendirian.”
Kini, kata-kata itu akan diuji di Kota Binjai—apakah hanya slogan motivasi, atau benar-benar menjadi napas kepemimpinan.
Rabu (7/1/2026), Sarmugi (45), warga Kota Binjai, menyuarakan harapan masyarakat.
“Kami senang Kapolres berganti, tapi yang kami tunggu bukan siapa orangnya, melainkan keberaniannya. PR lama jangan diwariskan lagi. Barak narkoba dan judi itu sudah terlalu lama dibiarkan,” ujarnya.
Binjai kini menunggu. Apakah AKBP Mirzal Maulana akan menjadi “petir” yang menyambar tuntas persoalan lama, atau justru terseret dalam rutinitas yang membuat masalah tetap hidup? (Wan/Har)
