CREATOR: gd-jpeg v1.0 (using IJG JPEG v62), quality = 82?
Suaraakademis.com||Binjai, suaraakademis.com — Di tengah sorotan publik terhadap kinerja aparat penegak hukum, Polres Binjai justru menutup tahun 2025 dengan catatan yang mencolok. Angka kriminalitas dan kecelakaan lalu lintas berhasil ditekan, sementara tingkat pengungkapan perkara melonjak signifikan.
Fakta tersebut disampaikan langsung Kapolres Binjai AKBP Bambang C. Utomo saat Rilis Akhir Tahun di Mapolres Binjai, Selasa (31/12/2025).
Sepanjang 2025, Polres Binjai menangani 1.660 kasus tindak pidana, turun dari 1.739 kasus pada tahun sebelumnya. Yang lebih mencuri perhatian, 1.160 perkara berhasil dituntaskan, dengan tingkat penyelesaian mencapai 69 persen.
“Ini bukan angka di atas kertas, tapi hasil kerja nyata seluruh unit, terutama Satreskrim yang terus mendorong kualitas penyidikan,” tegas AKBP Bambang.
Penurunan kriminalitas juga terlihat jelas pada kasus 3C (Curat, Curas, Curanmor). Meski jumlah perkara menurun, efektivitas pengungkapan justru melonjak, dari 59,86 persen menjadi 69 persen—menandakan pendekatan penegakan hukum yang makin presisi.
Di sektor narkoba, Polres Binjai menunjukkan tekanan konsisten terhadap jaringan peredaran. Sepanjang 2025 tercatat 241 kasus, relatif stabil dibanding tahun sebelumnya. Namun, barang bukti dan jumlah tersangka turun signifikan.
Barang bukti sabu menyusut drastis dari 6,3 kilogram menjadi 3,4 kilogram, ganja dari 23 kilogram menjadi 2 kilogram, dan ekstasi dari 3.832 menjadi 1.999 butir. Jumlah tersangka juga berkurang dari 348 menjadi 342 orang. Bagi pengguna dengan barang bukti kecil, Polres Binjai memilih jalur rehabilitasi sesuai ketentuan hukum.
Tak kalah penting, angka kecelakaan lalu lintas juga berhasil ditekan. Sepanjang 2025 tercatat 224 kejadian, turun dari 266 kasus di tahun 2024. Korban meninggal dunia berkurang dari 56 menjadi 51 orang, sementara kerugian materiil menyusut dari Rp907 juta menjadi Rp694 juta. Sebanyak 114 kasus diselesaikan melalui restorative justice, mencerminkan pendekatan humanis Polri.
“Kami tetap menjunjung kepastian hukum, tapi rasa keadilan masyarakat juga menjadi prioritas,” ujar Bambang.
Untuk menjaga stabilitas kamtibmas, Polres Binjai sepanjang tahun menggencarkan operasi besar-besaran, mulai dari Ops Kancil Toba, Ops Keselamatan Toba, Ops Pekat Toba, hingga Ops Lilin Toba.
Dari sisi pelayanan publik, lonjakan juga terlihat signifikan. Penerbitan SKCK melonjak tajam, dari 9.891 lembar pada 2024 menjadi 17.605 lembar pada 2025, menunjukkan meningkatnya kepercayaan dan kebutuhan masyarakat.
Menutup rilisnya, Kapolres menyampaikan pesan tegas sekaligus ajakan.
“Keamanan bukan hanya tugas polisi. Kami butuh peran aktif masyarakat. Jika kolaborasi ini terjaga, kami optimistis Binjai 2026 akan jauh lebih aman dan kondusif,” pungkasnya.
(Wan/Har)
