Khutbah Jumat / Artikel Renungan Jumat
Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering diajarkan untuk saling tolong-menolong, membantu sesama yang membutuhkan, serta berlomba-lomba dalam kebaikan. Namun, Islam juga mengingatkan dengan tegas agar kebaikan yang telah diberikan tidak diungkit kembali, baik dengan ucapan, sindiran, maupun cerita kepada orang lain.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:
“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu merusak (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan penerima).”
(QS. Al-Baqarah: 264)
Ayat ini menjadi peringatan keras bahwa mengungkit bantuan yang telah kita berikan dapat menghapus pahala kebaikan tersebut. Sedekah dan pertolongan sejatinya bukan untuk dipamerkan, bukan pula untuk dijadikan alat menagih balas budi, melainkan murni karena mengharap ridha Allah SWT.
Kebaikan yang Tulus Tidak Butuh Pengakuan
Orang yang ikhlas tidak akan merasa rugi meski kebaikannya tidak diketahui orang lain. Sebab ia yakin, Allah Maha Mengetahui setiap amal, sekecil apa pun. Sebaliknya, orang yang sering menceritakan bantuan yang telah ia berikan, sejatinya sedang mencari pujian manusia, bukan keridaan Allah.
Rasulullah SAW bersabda:
“Ada tiga golongan yang tidak akan diajak bicara oleh Allah pada hari kiamat… salah satunya adalah orang yang memberi, lalu mengungkit-ungkit pemberiannya.”
(HR. Muslim)
Hadis ini menunjukkan betapa berbahayanya sikap mengungkit kebaikan, karena bukan hanya melukai perasaan orang lain, tetapi juga mendatangkan murka Allah SWT.
Menjaga Lisan, Menjaga Pahala
Sering kali tanpa sadar, lisan kita menjadi sebab hilangnya pahala. Kalimat seperti “Dulu aku yang bantu dia”, “Kalau bukan aku, dia tidak akan seperti ini”, adalah bentuk ungkitan yang merusak nilai ibadah.
Islam mengajarkan agar menutup kebaikan sebagaimana kita menutup aib, dan menampakkan aib diri sendiri dengan memperbanyak istighfar, bukan dengan membanggakan amal.
Penutup
Jumat adalah hari yang mulia, hari untuk memperbaiki niat dan membersihkan hati. Mari kita jadikan setiap kebaikan sebagai tabungan akhirat, bukan bahan cerita. Jika kita telah memberi, maka lupakan. Jika kita telah menolong, maka diamkan. Biarlah Allah yang mencatat dan membalasnya dengan pahala yang berlipat ganda.
Semoga Allah SWT menjadikan kita hamba-hamba yang ikhlas dalam beramal, menjaga lisan, dan tidak merusak kebaikan dengan ungkitan. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.
