SUARAAKADEMIS.COM||BENER MERIAH, ACEH – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,5 mengguncang Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh, pada Selasa malam, 30 Desember 2025. Peristiwa ini sempat memicu kepanikan warga, khususnya di sekitar kawasan Gunung Burni Telong.
Burni Telong merupakan gunung api yang berada di wilayah Kecamatan Wih Pesam, Kabupaten Bener Meriah. Pasca gempa tersebut, aktivitas vulkanik Gunung Burni Telong mengalami peningkatan, sehingga statusnya dinaikkan dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Waspada) oleh pihak berwenang.
Akibat peningkatan status tersebut, ribuan warga dari empat desa di Kecamatan Timang Gajah sempat mengungsi dan meninggalkan rumah mereka pada Rabu dini hari sebagai langkah antisipasi.
Berdasarkan informasi dari BMKG, pusat gempa berada di darat dengan kedalaman sekitar 7 kilometer. BMKG juga telah mengeluarkan pemberitahuan resmi terkait peningkatan status aktivitas Gunung Burni Telong menyusul gempa yang terjadi.
Sementara itu, Komandan Kodim 0119/BM, Letkol Inf. Ahmad Fauzi, saat dihubungi Suara Akademis melalui sambungan telepon seluler, membenarkan kejadian tersebut.
Pada tanggal 30 Desember 2025 telah terjadi gempa berkekuatan 4,5 yang sempat menghebohkan masyarakat. Warga yang berada dalam radius sekitar 2 kilometer dari kawah Gunung Burni Telong langsung dievakuasi,” ujar Letkol Inf. Ahmad Fauzi.

Ia menambahkan, sebagian warga yang sempat panik kini telah kembali ke rumah masing-masing. Aktivitas masyarakat secara umum berjalan normal, namun pihak BMKG tetap mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi aktivitas lanjutan Gunung Burni Telong.
Hingga saat ini, aparat TNI, pemerintah daerah, dan instansi terkait terus melakukan pemantauan serta koordinasi guna memastikan keselamatan masyarakat di sekitar kawasan gunung api tersebut.
Laporan:
M. Nawi Ginting
Kabupaten Bener Meriah
