
suaraakademis.com | Langkat –
Penangkapan EPB alias Betmen oleh Unit Reskrim Polsek Salapian menjadi angin segar bagi warga. Pria yang selama ini disebut-sebut “licin” itu akhirnya tak berkutik setelah dibekuk pada Rabu (14/1) lalu di Kecamatan Salapian, Kabupaten Langkat.
Namun, euforia penangkapan ini justru memantik gelombang tuntutan baru dari masyarakat. Publik mendesak kepolisian tidak berhenti pada kasus penganiayaan semata, melainkan mengusut tuntas dugaan keterlibatan Betmen dalam jaringan peredaran narkoba yang disebut telah lama merajalela.
Kasus penganiayaan yang menjerat Betmen tergolong brutal. Korban, Faisal Adhitama, diserang menggunakan parang panjang. Serangan diarahkan ke kepala, namun berhasil ditangkis hingga melukai jari tangan korban. Tak berhenti di situ, korban kembali dibacok di bagian lengan dan punggung, sementara pelaku lain ikut memukuli dengan tangan kosong.
Kapolsek Salapian, Iptu Bima Prakasa, memastikan bahwa pihaknya telah mengamankan dua pelaku dari total enam orang yang diduga terlibat. Empat lainnya kini masuk dalam daftar buruan polisi.
Namun di luar perkara penganiayaan, nama Betmen disebut-sebut warga sebagai figur lama dalam pusaran bisnis narkoba.
“Kami sudah lama resah. Jangan setengah-setengah. Tangkap penganiaya, tapi bongkar juga dugaan bisnis narkobanya,” ujar seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Warga menyebut dugaan jaringan narkoba tersebut diduga beroperasi di sejumlah wilayah, mulai dari Dusun Aman Damai Desa Sei Musam, Kecamatan Batang Serangan, hingga Salapian, Bahorok, Kuala, dan Langkat Hulu.
Sabtu, (17/1/26) Mereka menilai peredaran narkoba di kawasan tersebut sudah merusak generasi muda dan seolah kebal hukum. Karena itu, publik kini menunggu keberanian Polres Langkat untuk melakukan pengembangan kasus secara serius.
Kapolres Langkat, AKBP David Triyo Prasojo, sebelumnya menegaskan komitmen institusinya dalam menindak tegas segala bentuk kejahatan.
“Setiap tindakan kekerasan tidak akan kami toleransi. Penegakan hukum kami lakukan secara tegas, profesional, dan berkeadilan,” tegasnya.
Pernyataan itu kini diuji publik. Masyarakat menunggu bukti, bukan sekadar janji.
Sampai berita ini diturunkan, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait pengembangan dugaan jaringan narkoba yang dikaitkan dengan Betmen. Warga berharap aparat bersikap transparan dan berani menyentuh aktor-aktor besar di balik peredaran narkoba.
Kasus ini bukan sekadar soal penganiayaan, tapi menjadi ujian serius bagi Polres Langkat, publik menunggu langkah nyata. Bongkar jaringan narkoba, usut tuntas sampai ke akar (Done)
