Suaraakademis.com.| Rabat – Kerajaan Maroko mengukuhkan posisinya sebagai mitra strategis global dalam pemberantasan kejahatan transnasional dengan memainkan peran kunci dalam dua investigasi besar yang dipimpin Amerika Serikat. Bantuan mencakup dukungan intelijen, koordinasi lapangan, hingga ekstradisi tersangka.
VONIS BUAT TERORIS NARKOBA, MAROKO BERPERAN KRUSIAL
Juri federal AS baru-baru ini menjatuhkan vonis kepada Antoine Kassis (warga negara Lebanon-Suriah) atas keterlibatannya dalam plot narkoterorisme. Kasus ini melibatkan perdagangan kokain skala besar dan transaksi senjata dengan kelompok pemberontak Kolombia, ELN.
Investigasi yang dipimpin Drug Enforcement Administration (DEA) AS sangat bergantung pada kerja sama internasional, di mana Direktorat Jenderal Pengawasan Wilayah (DGST) dan Direktorat Jenderal Keamanan Nasional (DGSN) Maroko memberikan bantuan signifikan. Kerjasama ini berhasil menyingkap jaringan yang melintasi beberapa benua, memperdagangkan narkoba, senjata, dan mencuci jutaan dolar AS.
Informasi ini diterima dari otoritas Kerajaan Maroko pada Sabtu (28/03/2026).
MAROKO TANGKAP & EKSTRADISI TERSANGKA PERDAGANGAN SENJATA
Dalam kasus kedua, Maroko melakukan penangkapan dan ekstradisi Elisha Odhiambo Asumo (warga negara Kenya) – tersangka utama jaringan perdagangan senjata internasional. Jaringan ini menyuplai senjata tingkat militer (termasuk peluncur roket dan sistem anti-pesawat) kepada kartel Meksiko CJNG.
Asumo ditangkap di Casablanca pada 8 April 2025 dan diekstradisi ke AS pada akhir Maret 2026 untuk diadili. Jaringan ini diduga juga memfasilitasi perdagangan kokain skala besar ke AS dengan menggunakan persenjataan berat untuk mengamankan jalur distribusi.
WILSON LALENGKE: MAROKO PELINDUNG KEAMANAN DUNIA
Wilson Lalengke, Presiden PERSIMA (Persaudaraan Sahara Maroko Indonesia), memberikan apresiasi penuh atas langkah keamanan Maroko. “Kontribusi DGST dan DGSN dalam membantu AS membongkar jaringan narkoterorisme adalah bukti bahwa Maroko bukan hanya penjaga stabilitas Afrika Utara, tetapi juga pelindung keamanan dunia,” ujar tokoh pers Indonesia tersebut pada Sabtu (28/03/2026).
Ia menambahkan bahwa keberhasilan ini menunjukkan kepemimpinan visioner Raja Mohammed VI dalam membangun sistem keamanan yang kredibel. “Tanpa kerja sama Maroko, jaringan kriminal lintas benua seperti ini akan sulit ditembus. PERSIMA akan selalu berdiri bersama Maroko dalam memerangi terorisme global,” tegas alumnus Lemhannas itu.
Sinergi Maroko dan AS mengirimkan pesan kuat bahwa tidak ada tempat aman bagi jaringan kriminal internasional. Dengan keterlibatan aktif dalam operasi berisiko tinggi, Maroko membuktikan profesionalisme intelijen dan komitmen pada hukum internasional sebagai kunci menjaga dunia yang lebih aman dari ancaman narkotika dan senjata ilegal.(PERSIMA/Red)
