Suaraakademis.com||Binjai — Hari ini, suasana sekolah-sekolah di seluruh Kota Binjai terasa berbeda. Bukan hanya para ibu yang terlihat mendampingi anak-anak mereka, tetapi juga para ayah hadir dengan langkah penuh kebanggaan. Sejak pagi, para ayah tampak berdiri di halaman sekolah, memasuki ruang kelas, dan menerima rapor hasil belajar anak-anak mereka. Sebuah pemandangan sederhana, namun sarat makna dan menggetarkan hati.
Hari pengambilan rapor kali ini menjadi momen istimewa. Kehadiran para ayah secara serentak di sekolah-sekolah se-Kota Binjai bukan sekadar rutinitas akademik, melainkan simbol nyata cinta, perhatian, dan tanggung jawab orang tua terhadap masa depan anak-anak mereka. Di balik lembaran rapor yang dibagikan, tersimpan harapan, doa, serta kerja keras yang telah dilalui selama satu semester penuh.
Program ini merupakan bagian dari kebijakan dan imbauan Dinas Pendidikan Kota Binjai yang telah diumumkan sebelumnya melalui pemerintah daerah. Dinas Pendidikan melaksanakan tugas tersebut sebagai upaya menumbuhkan kesadaran akan pentingnya peran ayah dalam pendidikan dan perkembangan karakter anak sejak dini.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Binjai, Sofyan Syahputra Siregar, S.STP, M.A, menyampaikan bahwa keterlibatan ayah dalam pendidikan anak bukan hanya soal prestasi akademik, tetapi juga tentang pembentukan mental, kepercayaan diri, dan nilai-nilai kehidupan.
“Hari ini kita ingin menunjukkan bahwa pendidikan adalah tanggung jawab bersama. Kehadiran ayah di sekolah untuk mengambil rapor anak merupakan pesan kuat bahwa anak-anak tidak berjalan sendiri dalam menempuh pendidikan. Mereka didampingi, diperhatikan, dan dicintai,” ujar Sofyan.
Ia menegaskan, langkah ini diharapkan mampu membangun ikatan emosional yang lebih kuat antara ayah dan anak, sekaligus menumbuhkan motivasi belajar yang lebih besar bagi peserta didik. Menurutnya, seorang anak yang merasa diperhatikan oleh orang tuanya akan tumbuh dengan rasa percaya diri dan semangat untuk meraih prestasi yang lebih baik.
Di berbagai sekolah, momen haru pun tak terelakkan. Ada ayah yang tersenyum bangga melihat nilai anaknya meningkat, ada pula yang menepuk pundak sang anak dengan lembut sebagai bentuk dukungan, bahkan ketika hasil belum sesuai harapan. Bagi para ayah, rapor bukan sekadar angka, melainkan cermin proses, usaha, dan perjalanan tumbuh kembang buah hati mereka.
Seorang ayah siswa di salah satu sekolah dasar di Binjai mengungkapkan perasaannya. “Biasanya istri yang ambil rapor. Hari ini saya ingin anak saya tahu, ayahnya peduli. Nilai boleh apa saja, yang penting anak saya jujur, rajin, dan mau belajar,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.
Langkah yang diinisiasi oleh Dinas Pendidikan Kota Binjai ini pun mendapat apresiasi luas dari masyarakat. Banyak pihak berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan, agar peran ayah dalam dunia pendidikan tidak lagi dipandang sebagai pelengkap, melainkan sebagai pilar utama dalam membangun generasi masa depan.
Hari ini, Kota Binjai tidak hanya membagikan rapor. Kota ini membagikan pesan tentang cinta, kehadiran, dan tanggung jawab seorang ayah. Sebab di balik kesuksesan seorang anak, selalu ada orang tua yang setia berdiri, menguatkan, dan mendoakan—tanpa syarat, tanpa pamrih.
penulis : Arifin Lase
