Khutbah/Artikel Jumat – Inspiratif & Religius
Musibah datang tanpa pernah meminta izin. Dalam hitungan detik, banjir bandang meluluhlantakkan rumah, harta benda, bahkan merenggut nyawa orang-orang tercinta. Segala jerih payah yang dikumpulkan bertahun-tahun, habis dalam sekejap, tersapu derasnya air yang tak mampu dibendung oleh manusia.
Namun bagi seorang mukmin, musibah bukan sekadar bencana, melainkan ujian keimanan dan ketabahan hati.
Banjir Bandang sebagai Ujian dari Allah SWT
Allah SWT berfirman:
> “Dan sungguh Kami akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar.”
(QS. Al-Baqarah: 155)
Ayat ini mengingatkan kita bahwa kehilangan harta, rumah, bahkan saudara yang kita cintai bukanlah tanda kebencian Allah, melainkan bagian dari ujian kehidupan. Ujian itu datang untuk mengangkat derajat orang-orang yang bersabar dan bertawakal.
Ketabahan di Tengah Kehancuran
Betapa beratnya cobaan ketika melihat rumah hancur, sawah rusak, dan barang berharga hilang terbawa arus banjir bandang. Lebih perih lagi ketika harus merelakan kepergian ayah, ibu, anak, atau saudara yang dicintai.
Dalam kondisi seperti ini, ketabahan adalah kekuatan terbesar seorang hamba. Menangis bukan tanda lemah, bersedih bukan tanda kufur. Namun menyerah pada keputusasaan adalah pintu yang harus kita tutup rapat-rapat
Rasulullah SAW bersabda:
> “Sungguh menakjubkan perkara orang mukmin, semua urusannya adalah baik. Jika ia mendapat kesenangan, ia bersyukur, dan itu baik baginya. Jika ia ditimpa kesusahan, ia bersabar, dan itu pun baik baginya.”
(HR. Muslim)
Harta Bisa Hilang, Iman Jangan Goyah
Harta yang kita banggakan selama ini ternyata rapuh. Rumah yang megah, kendaraan, perhiasan, dan tabungan, semuanya bisa lenyap dalam sekejap diterpa banjir bandang. Namun iman dan harapan kepada Allah tidak boleh ikut hanyut.
Musibah mengajarkan kita bahwa yang paling berharga bukanlah apa yang kita miliki, melainkan siapa yang kita sandari. Ketika manusia tak mampu menolong, Allah SWT selalu membuka pintu pertolongan bagi hamba-Nya yang berserah diri.
Hikmah di Balik Musibah
Di balik air mata dan kehilangan, selalu ada hikmah:
Menguatkan solidaritas dan kepedulian sosial
Mengingatkan manusia agar tidak sombong
Menumbuhkan empati dan kasih sayang
Mengajarkan arti sabar, ikhlas, dan tawakal
Musibah banjir bandang bukan akhir dari segalanya. Ia adalah awal untuk bangkit dengan iman yang lebih kuat dan hati yang lebih lapang.
Penutup: Doa untuk Para Korban Banjir Bandang
Mari kita tutup dengan doa:
Ya Allah, kuatkanlah hati saudara-saudara kami yang tertimpa musibah banjir bandang. Ampunilah dosa-dosa mereka, terimalah saudara kami yang Engkau panggil sebagai syuhada, gantilah kehilangan mereka dengan kebaikan yang lebih baik, dan limpahkan kesabaran serta ketabahan dalam menghadapi ujian ini. Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin.
