— Laporan Khusus Jumat Berkah
Suaraakademis.com||Musibah banjir yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia telah menyisakan duka mendalam bagi masyarakat terdampak. Ribuan warga kehilangan tempat tinggal, harta benda rusak, serta aktivitas ekonomi lumpuh. Di tengah kondisi tersebut, semangat kepedulian sosial melalui gerakan Jumat Tendan kembali menggema sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan.
Jumat Tendan menjadi momentum umat Muslim untuk meningkatkan amal sedekah dan donasi, khususnya bagi korban banjir. Bertepatan dengan hari Jumat yang penuh keberkahan, bantuan yang disalurkan diyakini memiliki nilai pahala yang berlipat ganda.
Berbagai elemen masyarakat, mulai dari komunitas sosial, lembaga kemanusiaan, hingga perseorangan, turut menggalang donasi berupa uang tunai, sembako, pakaian layak pakai, serta kebutuhan darurat lainnya. Bantuan tersebut sangat dibutuhkan untuk meringankan beban para korban yang kini masih bertahan di pengungsian.
Tokoh masyarakat setempat menyampaikan bahwa donasi yang diberikan tidak hanya membantu secara materi, tetapi juga memberikan kekuatan moral bagi para korban banjir. “Kepedulian ini menjadi bukti bahwa masyarakat tidak tinggal diam saat saudara-saudara kita tertimpa musibah,” ujarnya.
Melalui Jumat Tendan, masyarakat diajak menjadikan sedekah sebagai bagian dari gaya hidup. Selain membantu sesama, donasi yang diberikan dengan keikhlasan diyakini menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir.
Gerakan ini diharapkan mampu membangkitkan semangat gotong royong serta memperkuat rasa kemanusiaan, sekaligus mengingatkan bahwa di balik setiap musibah, selalu ada peluang besar untuk berbuat kebaikan.
