Berikut versi berita yang lebih rapi, kuat, dan profesional
Bener Meriah — Curah hujan deras yang mengguyur Kabupaten Bener Meriah dalam beberapa hari terakhir mengakibatkan terjadinya banjir bandang dan longsor di sejumlah desa di Kecamatan Permata. Bencana alam tersebut sempat memporak-porandakan pemukiman warga serta menyebabkan puluhan kampung terisolir dari akses utama.selasa (16/12)
Berdasarkan laporan warga di wilayah Samarkilang dan sekitarnya, jaringan listrik dan komunikasi dilaporkan putus total akibat derasnya arus banjir dan longsor yang menutup badan jalan. Kondisi tersebut membuat aktivitas masyarakat lumpuh dan mempersulit distribusi logistik, sehingga situasi sempat dinilai sangat darurat.
Pantauan Media SuaraAkademis.com di lapangan menyebutkan, hingga beberapa waktu lalu masih terdapat puluhan desa yang belum sepenuhnya dapat dijangkau akibat kerusakan infrastruktur, terutama jalan dan jembatan penghubung antarwilayah.

Pemerintah Kabupaten Bener Meriah di bawah kepemimpinan Ir. Tagore Abubakar bergerak cepat melakukan pemantauan dan penanganan di lokasi terdampak. Bersama unsur terkait dan dukungan swadaya masyarakat, pemerintah terus berupaya melakukan perbaikan jembatan yang terputus serta pembersihan material longsor di titik-titik rawan.
“Alhamdulillah, hari ini kondisi mulai berangsur membaik. Kerusakan infrastruktur secara bertahap telah diperbaiki sehingga akses transportasi kembali terbuka,” ungkap salah seorang warga setempat.
Saat ini, akses jalan dari Kabupaten Bener Meriah menuju Lhokseumawe dilaporkan hampir rampung dan sudah dapat dilalui kendaraan. Dengan terbukanya jalur tersebut, masyarakat mulai dapat kembali beraktivitas, termasuk memenuhi kebutuhan bahan pokok untuk kelangsungan hidup sehari-hari.

Pemerintah daerah mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dan segera melaporkan apabila terjadi kondisi darurat di wilayah masing-masing.
Laporan: Nawi Ginting
Bener Meriah
