Suaraakademis.com||Pergantian tahun sering kali dimaknai sebagai momen kebersamaan, syukur, dan harapan baru. Namun, di balik gemerlap malam tahun baru, ada sosok ayah yang memilih jalan sunyi: meninggalkan rumah dan keluarga demi menjemput rezeki yang halal.
Saat anak-anak terlelap dan istri memanjatkan doa di rumah, seorang ayah melangkah keluar menembus dinginnya malam. Ia rela tak berkumpul, tak ikut merayakan, karena baginya tanggung jawab sebagai pemimpin keluarga adalah amanah besar yang harus ditunaikan. Sebagaimana firman Allah SWT, setiap kepala keluarga wajib berikhtiar demi keberlangsungan hidup orang-orang yang ia cintai.
Langkah ayah di malam tahun baru bukan sekadar mencari nafkah, tetapi juga bentuk ibadah. Setiap tetes keringat yang jatuh adalah doa yang bergerak, setiap usaha yang dilakukan adalah bukti tawakal setelah ikhtiar. Ia yakin, rezeki yang dicari dengan cara halal akan membawa keberkahan bagi keluarganya.
Tak ada keluhan yang terucap dari bibir ayah. Meski lelah dan rindu menyelimuti, ia percaya bahwa pengorbanan hari ini akan menjadi pahala di sisi Allah SWT. Sebab, dalam diamnya, ayah menyimpan harapan agar anak-anaknya tumbuh dengan kecukupan, pendidikan yang baik, dan akhlak yang mulia.
Malam tahun baru pun berlalu. Ayah pulang dengan tubuh letih, namun hati yang tenang. Karena ia tahu, tugasnya telah ia jalani sebaik mungkin. Bagi seorang ayah, kebahagiaan sejati bukanlah perayaan duniawi, melainkan ketika mampu membawa pulang rezeki yang halal dan melihat keluarganya hidup dalam ketenangan dan keberkahan.
Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan kesehatan, kekuatan, dan keberkahan kepada setiap ayah yang berjuang di luar sana. Karena di balik kesederhanaan hidup, tersimpan pengorbanan besar yang bernilai ibadah dan pahala yang tak terputus.
